6816Please respect copyright.PENANArwupRN7p8x
6816Please respect copyright.PENANALphAhH24YP
Sejak hari itu Cita dan pak Bowo jadi makin dekat. Setiap hanya berdua saja dirumah, duduk bersama, curhat dan saling peluk sudah seperti menjadi menu wajib bagi mereka berdua. Pak Bowo juga sudah mulai tak sungkan untuk menciumi kening Cita. Cita sendiri tak pernah keberatan mendapat kecupan dari pak Bowo, karena memang dia sudah mulai semakin nyaman dengan lelaki itu.6816Please respect copyright.PENANAYKqXqEa1tV
6816Please respect copyright.PENANAG3cuRTdjkB
Tapi tentu saja momen seperti itu tidak pernah bisa terjadi kalau ada ibu mertua Cita. Kalau hanya ada Putra, mereka masih sempat curi-curi kesempatan melakukannya, karena biasanya kalau ada Putra pak Bowo akan lebih banyak bermain dengan anak itu.6816Please respect copyright.PENANAXD0RMUNVcB
6816Please respect copyright.PENANAXB2zoEDNgy
Setelah hari itu, akhirnya Cita menuruti saran pak Bowo untuk menjenguk Andi dipenjara. Tapi disana mereka tak banyak bicara. Andi masih berusaha untuk mendapatkan maaf dari Cita. Namun Cita belum sepenuhnya memaafkan Andi. Waktu melihat kondisi Andi, Cita memang menjadi iba. Andi tak terlihat sesegar dulu. Terlihat lebih kurus. Wajahnya juga lebih sayu, terlihat kelelahan. Cita tak tahu apa yang terjadi pada Andi selama berada didalam penjara, tapi dia juga tak mau menanyakannya.6816Please respect copyright.PENANAKAqo1KRXvM
6816Please respect copyright.PENANA9Se874WRQw
Tapi paling tidak, pintu maaf bagi Andi tidak sepenuhnya tertutup. Cita hanya meminta waktu lebih kepada Andi untuk memikirkannya. Cita juga sempat bilang tentang perasaannya ke Andi, bahwa sebenarnya dia ingin berpisah dengan Andi, namun masih memikirkan nasib Putra. Dan disitu Andi berjanji, jika nanti Cita mau memaafkan dan menerimanya kembali, dia akan benar-benar berubah.6816Please respect copyright.PENANAic6G9ZRHnA
6816Please respect copyright.PENANAqZl3P2l38E
Cita bukannya tidak percaya pada janji Andi. Karena Andi pernah ingkar padanya. Tapi, dia melihat penyesalan yang begitu besar dari Andi. Seperti halnya tentang permintaan maaf Andi, Cita juga meminta waktu untuk memikirkan tentang kelanjutan hubungan mereka. Meskipun dalam lubuk hatinya yang terdalam, Cita sudah memutuskan untuk mengedepankan nasib Putra ketimbang dengan egois memikirkan hubungannya dengan Andi.6816Please respect copyright.PENANAp0sMjZIdvY
6816Please respect copyright.PENANAUeLx6Oe5NX
Setelah itu, belum lagi Cita menjenguk Andi. Ibu mertuanyapun akhir-akhir ini sering pergi keluar membawa serta Putra. Cita ingin ikut, tapi dia harus mengerjakan pekerjaan rumah karena mereka tak memiliki pembantu. Pada saat seperti itu, kadang pak Bowo datang berkunjung. Dia sedikit kecewa karena Putra tidak ada, tapi langsung terobati dengan adanya Cita.6816Please respect copyright.PENANAgnxNuob0Z9
6816Please respect copyright.PENANAQTjbH8gVG1
Cita yang makin nyaman dengan pak Bowo juga mulai makin terbuka untuk cerita apapun. Pertemuannya dengan Andi, dan apa yang mereka bahas disana, juga diceritakan kepada pak Bowo. Citapun pernah bertanya, bagaimana dengan nasib Isna. Pak Bowo menjawab kalau waktu itu tak lama setelah keluar dari rumah sakit Isna juga resign dan sekarang sudah tidak berada dikota ini lagi. Selain itu, Cita juga mengungkapkan kepada pak Bowo tentang kerinduannya untuk melakukan pemotretan lagi seperti dulu.6816Please respect copyright.PENANApxohXS8XBk
6816Please respect copyright.PENANAQ5HJMrxmyF
6816Please respect copyright.PENANAZloEZMxXBI
“Ya kalau mau kan tinggal foto lagi Cit, apa susahnya?” ucap pak Bowo setelah mendengar Cita.6816Please respect copyright.PENANAx3Q3JY3eO8
6816Please respect copyright.PENANAbwcHutzV2G
“Ya tapi kan pak, aku belum ketemu lagi sama mas Salim, sama Robi juga”6816Please respect copyright.PENANAUJVuhkn9tl
6816Please respect copyright.PENANAIq7syejLVM
“Lho katanya masalah itu udah beres? Kok bisa belum ketemu?”6816Please respect copyright.PENANA6EjlxFOEZ2
6816Please respect copyright.PENANAYGC9bk89df
“Hmm, gimana ya pak? Aku tuh nggak enak bener sama mereka. Aku udah cuekin mereka waktu dulu hubungin aku. Kemarin aja aku minta maafnya lewat mbak Nada. Mbak Nada bilang sih mereka nggak marah sama aku, cuma heran aja. Tapi akhirnya ngerti setelah tahu alasannya”6816Please respect copyright.PENANAgPkF44gPsQ
6816Please respect copyright.PENANA95Xmt1ipUx
“Ooh gitu. Ya ditemuin dong Cit, gimanapun juga kan mereka itu temenmu. Lagian itu kan mereka nggak marah, jadi nggak ada alasan dong buat kamu nggak nemuin mereka?”6816Please respect copyright.PENANA4b22y0jrH6
6816Please respect copyright.PENANAZ1HNtYR8P9
“Hmm, iya sih pak. Yaudah deh entar kapan-kapan aku temuin mereka”6816Please respect copyright.PENANAVVwEOMo0js
6816Please respect copyright.PENANAt2d6iGqhRZ
“Nah gitu dong. Terus, soal foto-foto tadi, gimana?”6816Please respect copyright.PENANAAvS2DSY9hX
6816Please respect copyright.PENANAhsTylYtiWe
“Ya entar lah, nunggu aku ketemu sama mas Salim”6816Please respect copyright.PENANA25EnwZ1e1o
6816Please respect copyright.PENANAaMYk3FWA9L
“Kenapa nggak sekarang aja? Kamu lupa aku mantan fotografer?”6816Please respect copyright.PENANAXCHZzbhAuO
6816Please respect copyright.PENANAgrpmOPQLfD
“Eh, iya ya? Haha lupa pak. Emang pak Bowo bawa kamera sekarang?”6816Please respect copyright.PENANA2lwC00D4zu
6816Please respect copyright.PENANAsGj1Ih4pJu
“Bawa kok, ada dimobil. Aku ambilin dulu ya, kamu siap-siap aja dulu”6816Please respect copyright.PENANAi8omNa4wAz
6816Please respect copyright.PENANAfue3UMjwXy
6816Please respect copyright.PENANAv4YOqZPWP9
Cita mengangguk dan kemudian pak Bowo beranjak menuju mobilnya untuk mengambil kameranya. Setelah itu dia kembali masuk kerumah, tapi Cita ternyata masih ditempatnya, belum beranjak, belum berganti pakaian.6816Please respect copyright.PENANALhO79gPisV
6816Please respect copyright.PENANAF9EOmpTnNg
6816Please respect copyright.PENANApgINEHyv41
“Lho kok belum siap-siap? Jadi nggak nih?” tanya pak Bowo.6816Please respect copyright.PENANA0RZnRulHZA
6816Please respect copyright.PENANAFldKLq3j8F
“Hmm, jadi pak, tapi…”6816Please respect copyright.PENANAHXCYLbJdzp
6816Please respect copyright.PENANAmVV2I86Ivc
“Kenapa?”6816Please respect copyright.PENANAt4Y02WYDiS
6816Please respect copyright.PENANATiMAdrIyTz
“Hmm, aku gini aja gimana?” tanya Cita.6816Please respect copyright.PENANAcqz1tRSxS9
6816Please respect copyright.PENANAXYTgyDwMEV
“Hah? Mau difoto kayak gitu? Serius?” tanya pak Bowo.6816Please respect copyright.PENANAjMBrC0veU9
6816Please respect copyright.PENANA1shp7D4sgR
6816Please respect copyright.PENANAiptQtdSLAn
Cita mengangguk. Hari ini Cita hanya memakai kaos lengan pendek yang cukup ketat, juga yoga pants selutut yang tak kalah ketatnya. Wajahnya tidak dipoles make up sama sekali, tapi masih terlihat cukup segar karena dia tadi setelah mengerjakan pekerjaan rumahnya sudah sempat mandi sebelum pak Bowo datang.6816Please respect copyright.PENANAaWotO94fiV
6816Please respect copyright.PENANAoIQQ3it5J2
6816Please respect copyright.PENANAfQm5EqTCDx
“Yaa kalau maunya kamu gitu sih, nggak masalah. Mau dimana fotonya? Disini aja?”6816Please respect copyright.PENANAZcGmfe6EtG
6816Please respect copyright.PENANAIUTXQ2vmKx
“Iya pak, disini dulu aja, entar baru ke taman belakang”6816Please respect copyright.PENANA3G3uRe7FPf
6816Please respect copyright.PENANAMQEhvnZ6Zs
6816Please respect copyright.PENANAeFhkL733AJ
Pak Bowopun akhirnya mengikuti kemauan Cita. Dia menyuruh Cita untuk berpose sesukanya disofa itu. Kadang duduk, kadang berdiri didekat jendela. Setelah beberapa belas jepretan, Cita mengajak pak Bowo ke taman kecil dibelakang rumahnya. Taman ini dulu dibuat oleh Andi waktu Cita mulai banyak terima job endorse. Katanya waktu itu, biar ada tempat dirumahnya yang bisa dijadikan background yang cukup menarik untuk foto-foto Cita.6816Please respect copyright.PENANAnIGFxP8oRI
6816Please respect copyright.PENANAblOimfOgls
Setelah merasa cukup puas, Cita ingin menyudahi acara foto-foto itu. Tapi ternyata pak Bowo menyuruh Cita untuk berganti pakaian, karena dia mau memotret Cita dengan pakaian tertutupnya. Citapun tak keberatan dan segera ganti baju. Setelah itu kembali mereka berfoto-foto lagi. Setelah puas, kembali Cita berganti baju dengan memakai kaos pendeknya dan juga yoga pantsnya tadi. Lalu mereka kembali duduk diruang tengah.6816Please respect copyright.PENANATYObCPD3uW
6816Please respect copyright.PENANAODofJw41tZ
6816Please respect copyright.PENANAlpuBHOvZFx
“Mana pak lihat hasilnya, bagus-bagus nggak?”6816Please respect copyright.PENANAgyvH3p1VXb
6816Please respect copyright.PENANAKFXzcbxbXT
“Ya bagus dong. Kalau modelnya cantik sih, mau kayak gimana juga hasilnya tetep bagus, haha”6816Please respect copyright.PENANAM4tVk2JeHX
6816Please respect copyright.PENANAPHMrj1X1M5
“Haha bisa aja”6816Please respect copyright.PENANAqrM5uW5at4
6816Please respect copyright.PENANATc90yHVPx8
6816Please respect copyright.PENANA6uhVL40C5i
Kemudian Cita melihat foto-foto itu di kamera pak Bowo. Sambil sesekali mereka mengomentari hasil foto-foto itu sambil mengobrol. Cita juga menceritakan soal pengalamannya yang diajak Nada keluar kota untuk pemotretan bersama banyak orang dari kota lain. Dia bilang, kangen dengan suasana seperti itu.6816Please respect copyright.PENANADCp5gZbC1t
6816Please respect copyright.PENANACi7BOYPsY6
6816Please respect copyright.PENANA1foMYf434t
“Kamu pengen kayak gitu lagi? Kan barusan kita foto-foto Cit” ucap pak Bowo.6816Please respect copyright.PENANAdmitVHzPmW
6816Please respect copyright.PENANAjxIMDs3yLO
“Iya, tapi kan kondisinya beda pak. Hmm, gimana ya, soalnya kan kalau pemotretan diluar kota itu bisa sekalian jalan-jalan gitu, nggak cuma disini-sini aja” jawab Cita.6816Please respect copyright.PENANA9v5tkXyk4Y
6816Please respect copyright.PENANAb7OYjaxC6s
“Oh iya, kita udah lama nggak jalan-jalan juga ya?”6816Please respect copyright.PENANAjwxaX29GAL
6816Please respect copyright.PENANAji2LuQbm7E
“Iya pak”6816Please respect copyright.PENANAgzhFD76OJ9
6816Please respect copyright.PENANAfOXDg7uCRO
6816Please respect copyright.PENANAVljE7NJXap
Sejenak pak Bowo dan Cita terdiam. Pak Bowo melihat Cita yang masih memegang kameranya sambil melihat hasil dari pemotretan tadi. Dia juga teringat kalau meskipun sudah mulai sering datang kesini, tapi mereka sudah tak pernah jalan-jalan keluar lagi. Diapun terpikir untuk mengajak Cita jalan-jalan.6816Please respect copyright.PENANAesqqKrgqTv
6816Please respect copyright.PENANAdwMmeKEmc4
6816Please respect copyright.PENANAb0GbrbHd2v
“Kalau kita jalan-jalan sekarang aja gimana Cit? sekalian nyari tempat buat foto-foto? Mumpung masih jam segini” ucap pak Bowo.6816Please respect copyright.PENANAsGhwV82r6d
6816Please respect copyright.PENANAx8dEXeuT6s
“Emang mau kemana pak?”6816Please respect copyright.PENANA5e2v71kFb6
6816Please respect copyright.PENANANbzRZTNP9H
“Hmm, kolegaku ada yang punya villa diluar kota, tempatnya dipegunungan gitu, enak, dingin. Pemandangannya juga indah, pas sih kayaknya buat foto-foto” jawab pak Bowo.6816Please respect copyright.PENANARjAcxGfmlr
6816Please respect copyright.PENANA9RkEBoVQft
“Wah, kayaknya boleh juga pak”6816Please respect copyright.PENANAWaXOMeycm6
6816Please respect copyright.PENANAOJ4VH3v4nJ
“Jadi gimana? Kalau kamu mau, biar aku hubungin orangnya, siapa tahu villanya lagi nggak dipakai”6816Please respect copyright.PENANAG3GxoTvVvW
6816Please respect copyright.PENANAL7JBDoloVv
“Hmm, boleh deh pak”6816Please respect copyright.PENANAoqzHx6WW8p
6816Please respect copyright.PENANAgnGbz7EOEn
6816Please respect copyright.PENANAHg8jME3Y8p
Pak Bowo kemudian berdiri dan menuju kedepan. Dia terdengar sedang berbicara dengan seseorang ditelpon. Tak lama kemudian dia kembali keruang tengah.6816Please respect copyright.PENANAQmFdsklfAz
6816Please respect copyright.PENANAZ00KPeKSzo
6816Please respect copyright.PENANAAUtiYJGoa4
“Bisa Cit, villanya lagi kosong tuh, nggak dipakai sama dia. Jadi kita tinggal tunggu ibu sama Putra pulang aja, terus kita berangkat kesana” ucap pak Bowo.6816Please respect copyright.PENANADMVC3LvqM9
6816Please respect copyright.PENANAe2hxQdsdUe
“Wah, kayaknya sih ibu sama Putra pulangnya bakalan sore banget deh pak”6816Please respect copyright.PENANA8LHHT0Tvyv
6816Please respect copyright.PENANAo0GVrImxM9
“Ooh gitu ya? Wah berarti nggak jadi dong?”6816Please respect copyright.PENANA5FRwlnCROu
6816Please respect copyright.PENANAoHi1iwaeza
6816Please respect copyright.PENANAuvuPGYFZYJ
Cita terdiam, terlihat sedang memikirkan sesuatu. Tapi tak lama sampai kemudian dia bicara pada pak Bowo.6816Please respect copyright.PENANAOulZ85CGXu
6816Please respect copyright.PENANAuPP3lEtfY7
6816Please respect copyright.PENANAPay3RCM5sg
“Hmm, kalau berangkat tanpa mereka aja gimana pak?”6816Please respect copyright.PENANAmkRECYwplC
6816Please respect copyright.PENANAzvNgUXfbSU
“Loh kok gitu? Emang kamu nggak pengen ngajak Putra jalan-jalan?” tanya pak Bowo.6816Please respect copyright.PENANA1naII2JvAv
6816Please respect copyright.PENANABbAyP1oMnV
“Yaa pengen sih sebenarnya, tapi kan Putra lagi sama neneknya, pasti disana dia juga lagi main-main sama teman yang sebayanya”6816Please respect copyright.PENANAf5bPHTGVTP
6816Please respect copyright.PENANAKHAuIbk596
6816Please respect copyright.PENANAgIzGDq6fee
Giliran pak Bowo yang terdiam. Padahal awalnya dia ingin mengajak mereka semua untuk jalan keluar kota, ke villa yang sebenarnya itu adalah miliknya. Yang dia telpon tadi bukanlah koleganya tapi penjaga villanya, menyuruh untuk membersihkan dan menyiapkan villa karena dia mau datang hari ini.6816Please respect copyright.PENANAvARhRkD24Y
6816Please respect copyright.PENANA7MxaUEsQW2
6816Please respect copyright.PENANAhjtDMA5HJ9
“Tapi masak kita cuma berdua aja Cit? atau kamu ajak siapa gitu, Nada mungkin, kan dia sama kayak kamu kan, model instagram juga kan?” tanya pak Bowo memberi usul.6816Please respect copyright.PENANAR3iYptPByq
6816Please respect copyright.PENANAqYxXF7r9HJ
“Hmm, gimana ya…”6816Please respect copyright.PENANA4tPrdE2R87
6816Please respect copyright.PENANAk6wp5wgGvB
6816Please respect copyright.PENANA4o1IiCa0E5
Cita bukannya tak mau mengajak Nada, apalagi dulu waktu keluar kota itu yang mengajaknya adalah Nada. Tapi tadi pagi saja Nada sudah menghubunginya bilang kalau ada acara dan tidak bisa kesini. Jadi Cita berpikir kalau Nada pasti tidak akan bisa diajak untuk pergi bersamanya dan pak Bowo.6816Please respect copyright.PENANAqMG4Dw6Ki3
6816Please respect copyright.PENANAfNHBayXQxR
Cita tidak tahu bahwa sebenarnya Nada memang dilarang kesini oleh pak Bowo. Dia tak ingin kehadiran Nada mengganggunya. Meskipun sebenarnya juga tidak ada hal terlalu jauh yang dilakukan pak Bowo kepada Cita. Karena tanpa disadari oleh lelaki itu, bahwa dia juga semakin nyaman berada dengan Cita.6816Please respect copyright.PENANAAdj5pkugbn
6816Please respect copyright.PENANAvkTpGAf1an
6816Please respect copyright.PENANAz82jeRmY5C
“Kenapa Cit? Nggak papa kan kalau sama Nada?” tanya pak Bowo.6816Please respect copyright.PENANAPpttqGRwcC
6816Please respect copyright.PENANAj4LB4AHvY1
“Nggak papa sih pak sebenarnya, dan aku malah seneng. Tapi kayaknya dia nggak bisa deh pak, soalnya kan tadi dia udah nelpon aku, bilang kalau hari ini ada acara gitu” jawab Cita.6816Please respect copyright.PENANAGIgpzAx7Vx
6816Please respect copyright.PENANAEhR07OxdIV
“Ooh gitu? Terus gimana dong? Mau berdua aja gitu perginya?” tanya pak Bowo.6816Please respect copyright.PENANAPSVwcoEZsA
6816Please respect copyright.PENANAaAfnbWrlvM
6816Please respect copyright.PENANAk4uKb04ulY
Cita terdiam berpikir dan menimbang-nimbang. Dia belum pernah cuma pergi berdua keluar kota selain dengan Andi. Jangankan sampai keluar kota, pergi hanya berdua dengan lelaki lain saja sangat jarang, kecuali beberapa waktu yang lalu waktu dia menemui pak Bowo dan malah memergoki Andi dan Isna jalan bareng. Ada perasaan ragu, dan juga takut.6816Please respect copyright.PENANARNkTtf5ue7
6816Please respect copyright.PENANAlfGnLnvGK7
Tapi disatu sisi, mengingat dia akan perginya dengan pak Bowo, dia merasa sedikit lebih tenang. Dia berpikir, selama ini sudah sangat nyaman dengan pak Bowo. Apalagi pak Bowo terlihat tak pernah mengambil kesempatan darinya. Bahkan malah sering menasehati dan mengingatkannya, jadi dia berpikir, mungkin saja pergi hanya berdua dengan pak Bowo akan aman-aman saja, meskipun semua kemungkinan bisa saja terjadi.6816Please respect copyright.PENANALH9T0qWnrz
6816Please respect copyright.PENANA55zzDTZJ0Z
Untuk sesaat, bahkan Cita membayangkan apa yang akan terjadi jika hanya pergi kesebuah villa diluar kota hanya berdua dengan pak Bowo. Tiba-tiba dadanya berdegup cukup kencang. Tapi buru-buru dia menepiskan bayangan-bayangan itu. Sambil menatap pak Bowo, dengan mantap dia menganggukan kepalanya sambil tersenyum, dan dibalas dengan senyuman pula oleh pak Bowo.6816Please respect copyright.PENANAJyPqIcHJjh
6816Please respect copyright.PENANAc4PJoIjICQ
6816Please respect copyright.PENANAjNuE9ng1Ua
“Serius, nggak mau ngajak Nada?” tanya pak Bowo lagi.6816Please respect copyright.PENANAHKWptphRfW
6816Please respect copyright.PENANAWEpB3vaiGB
Cita mengangguk, “Mbak Nada sibuk kayaknya pak”6816Please respect copyright.PENANASvjS5wLbjP
6816Please respect copyright.PENANAaMTu0lw9vJ
6816Please respect copyright.PENANABslQEEsBLL
Cita belum juga menyadari, bahwa setiap pak Bowo datang kerumahnya, Nada selalu saja ada alasan yang membuatnya tak bisa datang kemari. Waktu awal-awal, Nada beralasan kalau sedang ada suaminya, namun akhir-akhir Nada sering beralasan kalau dia sedang ada acara. Tapi Cita tak sempat memikirkan hal itu, karena sudah ada pak Bowo yang datang, yang selalu siap jadi tempat curhatnya, yang selalu bisa membuatnya tersenyum, yang selalu memberikan pelukan hangat kepada Cita saat dia membutuhkannya.6816Please respect copyright.PENANAD6vFnICeGl
6816Please respect copyright.PENANAHFqYogc1Qp
Meskipun tetap saja masih ada pikiran mesumnya kepada Cita, karena Cita semakin cuek dengan penampilannya kalau sedang ada pak Bowo, apalagi kalau hanya berdua saja. Meskipun sebenarnya masih bisa dibilang cukup sopan, tapi tetap saja jauh dari penampilan sehari-hari Cita yang selalu tertutup sampai kepalanya. Cita juga makin tak canggung dan tak risih ketika tangan pak Bowo terasa sekali saat memeluk pinggangnya. Atau saat mereka berpelukan erat saat pak Bowo mau pamit pulang yang membuat dadanya menempel ketat ditubuh lelaki itu. Cita cuek, karena dia merasa nyaman.6816Please respect copyright.PENANAZ9aYiXbhpo
6816Please respect copyright.PENANAdR0US3DyDT
*6816Please respect copyright.PENANA9mQGuju9t6
*6816Please respect copyright.PENANAfwkDZLpdle
*6816Please respect copyright.PENANALaFSgCUniq
*6816Please respect copyright.PENANAehbUZdKdSw
6816Please respect copyright.PENANArE9dgOnfOO
Lain halnya dengan Nada. Lama kelamaan dia makin merasa gelisah. Dia sudah tak lagi memikirkan tentang rasa penasarannya dulu apakah pak Bowo sudah tahu sebelumnya kalau dia dan Cita itu bersahabat sebelum dia dijebak. Karena dia yakin bahwa pak Bowo memang sudah mengetahuinya sebelumnya. Dia makin khawatir dengan Cita, karena pernah suatu saat dia melanggar perintah pak Bowo dengan tetap mendatangi rumah Cita.6816Please respect copyright.PENANAAz9bTlCNpS
6816Please respect copyright.PENANAqWb3GeqMMe
Tentu saja tak sampai masuk, hanya mengamati dari luar. Dan kebetulan saat itu dia melihat pak Bowo yang sudah mau pulang, dia melihat pak Bowo memeluk Cita dengan mesra. Yang lebih membuatnya bingung, Citapun membalas pelukan itu. Tak terlihat sama sekali Cita terpaksa. Dia melakukannya dengan tersenyum. Bahkan senyum itu tak hilang sampai pak Bowo benar-benar meninggalkan rumah Cita.6816Please respect copyright.PENANASO0YbUuZN1
6816Please respect copyright.PENANAGOWyDKUeb5
Nada heran, dan bertanya-tanya. Kenapa Cita bersikap seperti itu? Apakah Cita sudah benar-benar dikuasai oleh pak Bowo? Apakah pak Bowo sudah berhasil mendapatkan tubuh Cita dan membuat Cita seperti dirinya, terpuaskan dan tak bisa melupakan pak Bowo? Bermacam pertanyaan muncul dikepala Nada. Tapi dia tak berani menanyakan hal itu, baik kepada Cita maupun kepada pak Bowo.6816Please respect copyright.PENANAx8dnJSbtMf
6816Please respect copyright.PENANA4d5sSlfWDI
Sekarang dia bingung, harus bagaimana. Pak Bowo beberapa kali masih memanggilnya kerumah untuk melayani nafsunya. Tapi sudah tidak sesering dulu. Meski permainan mereka masih tetap bisa memuaskan Nada, tapi Nada merasakan ada sesuatu yang lain. Dia tak mengerti apa, tapi terasa sekali. Tapi sekali lagi, dia tak berani menanyakan hal itu kepada pak Bowo.6816Please respect copyright.PENANAXMpQ5TAr8A
6816Please respect copyright.PENANAf4wBEnq7ap
Sayangnya Nada juga tak tahu harus bertanya pada siapa, tak tahu harus menceritakan kegelisahannya ini kepada siapa. Satu-satunya yang bisa dia ajak sebenarnya adalah Gina, karena hanya Gina yang tahu tentang apa yang terjadi antara dirinya dengan pak Bowo. Tapi percuma saja, karena Gina juga tidak akan tahu tentang apa yang sedang direncanakan dan dilakukan pak Bowo kepada Cita.6816Please respect copyright.PENANAHU1bwTociw
6816Please respect copyright.PENANAZPhykYY7fu
Ada satu orang lagi, yang mungkin bisa dia ajak ngobrol, yaitu Isna. Tapi dari yang dia dengar dari Cita, bahwa pak Bowo bilang kalau Isna sudah keluar dari pekerjaannya dan sudah pindah kekota lain. Bahkan katanya, Isna juga sudah bercerai dari suaminya. Hal itu membuat Nada makin sulit untuk mencari keberadaan Isna.6816Please respect copyright.PENANAuZBlP6hNJk
6816Please respect copyright.PENANAZ7zGCLiPgB
Tapi, kadang keberuntungan datangnya memang tak bisa diduga-duga. Itupun kalau hal ini bisa disebut sebagai keberuntungan.6816Please respect copyright.PENANAJ8n1ykZws0
6816Please respect copyright.PENANA3Zt29d5j1c
Hari itu, ketika Nada sedang merasa suntuk dan bosan hanya dirumah saja, dia memutuskan untuk jalan-jalan. Tujuannya adalah satu-satunya pusat perbelanjaan dikota ini. Bukan untuk berbelanja, hanya sekedar ngopi-ngopi cantik dan menghabiskan waktu.6816Please respect copyright.PENANAtaVgUc6MES
6816Please respect copyright.PENANAxcQQjIa8XV
Ada rasa kesal juga sebenarnya dia hari ini. Minggu ini suaminya tidak pulang, padahal dia sedang sangat merindukannya. Seminggu lebih dia tidak dibelai karena baru saja kedatangan tamu bulanan. Saat tamunya sudah lewat, suaminya sudah pergi lagi dan minggu ini tidak pulang. Yang bisa dia andalkan hanyalah pak Bowo. Tapi, hari ini pak Bowo sudah bilang kalau akan kerumah Cita. Pupus sudah harapannya untuk hari ini. Aneh memang, karena seharusnya dia senang tubuhnya tak dijamah oleh pria selain suaminya. Tapi mau bagaimana lagi, Nada sudah terlanjur menikmati hubungannya dengan pak Bowo.6816Please respect copyright.PENANAycoAfrmch5
6816Please respect copyright.PENANAR8bfzgAPv5
Akhirnya sore ini, yang bisa dia lakukan hanyalah duduk dikafe tempatnya dulu membututi pak Bowo dan Cita, yang hari itu juga dia melihat Andi dan Isna jalan mesra tak jauh dari kafe ini.6816Please respect copyright.PENANAjINZMok2YU
6816Please respect copyright.PENANAfBKr66SLIJ
6816Please respect copyright.PENANAdxdoAg1VHE
“Sendirian aja?”6816Please respect copyright.PENANAVIZXjyIF4i
6816Please respect copyright.PENANAwazIZ5itqk
6816Please respect copyright.PENANAad6sUPbWwH
Tiba-tiba lamunan Nada dikejutkan oleh suara seorang wanita. Lebih terkejut lagi ketika dia melihat siapa yang berdiri didepannya.6816Please respect copyright.PENANAyz6OzHs21Y
6816Please respect copyright.PENANA6uirSUngff
6816Please respect copyright.PENANAncCxuIdeXS
“Isna?”6816Please respect copyright.PENANAEnaB2nh8gW
6816Please respect copyright.PENANAjvpt2nThbM
“Haha, ternyata kamu kenal aku ya? Padahal kita belum pernah saling kenal. Boleh aku duduk?” tanya Isna.6816Please respect copyright.PENANAEQLElFfw5r
6816Please respect copyright.PENANA9RLIHaP2Lk
“Silahkan” jawab Nada.6816Please respect copyright.PENANAm8Lw4SdClW
6816Please respect copyright.PENANAKC78e7LXHG
6816Please respect copyright.PENANACZsNDbUHu9
Nada sedikit merasa senang, karena memang dia sangat ingin bertemu dengan Isna. Setelah sempat berpikir kalau hal itu tidak mungkin terjadi, malah hari ini momen itu datang tanpa direncanakan. Nada masih diam, saat Isna memesan minuman. Mereka masih juga saling diam sampai akhirnya pesanan Isna datang.6816Please respect copyright.PENANAaXEthxGRJt
6816Please respect copyright.PENANAcM80b6Lwx4
6816Please respect copyright.PENANAWuiHjYa96C
“Katanya kamu udah nggak dikota ini lagi Is? Tapi kok sekarang ada disini?” tanya Nada, membuka pembicaraan.6816Please respect copyright.PENANAHLAuyXvQNo
6816Please respect copyright.PENANAcGlObxb27o
“Iya, sejak resign aku emang cabut dari sini, ngurusin perceraianku, lalu pergi ke beberapa tempat, buat refreshing” jawab Isna.6816Please respect copyright.PENANAuPYMgi1k5U
6816Please respect copyright.PENANARhefG0Htdr
“Oooh”6816Please respect copyright.PENANAJ6PWci5yrQ
6816Please respect copyright.PENANAwVs1cujxeI
6816Please respect copyright.PENANAeOteNNwD3v
“Kamu kok sendiri Nad? Atau lagi nunggu orang?” tanya Isna.6816Please respect copyright.PENANAWXC7wnDnCx
6816Please respect copyright.PENANAONYv1RwPrL
Nada menggeleng. “Nggak kok, emang lagi sendiri aja”6816Please respect copyright.PENANAkRepkte1dO
6816Please respect copyright.PENANAfsomcnfSIB
“Nggak ada jatah buat ngelayanin bandot tua itu?” tanya Isna blak-blakan.6816Please respect copyright.PENANAr7pQeUQQs8
6816Please respect copyright.PENANAFiNmfqQr6N
6816Please respect copyright.PENANAlypfRCnik6
Nada sempat melotot matanya, karena menurutnya Isna terlalu to the point. Tapi setelah dipikir-pikir lagi, tidak ada salahnya juga, toh mereka berdua juga sama, meskipun sekarang Isna pasti tak pernah bertemu pak Bowo lagi.6816Please respect copyright.PENANATPf7pFwAGW
6816Please respect copyright.PENANAFU3rt0pLF2
6816Please respect copyright.PENANAVCuJfATjdD
“Nggak” Nada menggeleng. “Dia lagi sama Cita”6816Please respect copyright.PENANAaW6BCZlIwd
6816Please respect copyright.PENANA4XKD3qWyRG
“Woaah, udah dapet si Cita? Hebat banget tuh bandot. Gimana ceritanya? Kamu yang bantuin? Pakai peransang lagi?” tanya Isna antusias.6816Please respect copyright.PENANAucn7jfb5Em
6816Please respect copyright.PENANAxfi9qGv1Vo
6816Please respect copyright.PENANADyaDAvfgOk
Nada tak langsung menjawab. Dia pikir, ini bukanlah tempat yang tepat untuk membicarakan hal itu. Terlalu vulgar. Belum lagi tempat seramai ini, bisa jadi ada yang bisa mendengarkan obrolan mereka. Meskipun tidak kenal, tapi obrolan mesum antar 2 orang wanita cantik berjilbab, siapa yang tidak akan berpikir macam-macam pada mereka.6816Please respect copyright.PENANArbsXiNP4YN
6816Please respect copyright.PENANAQRrxPrAmUW
6816Please respect copyright.PENANAfhcGXF9HM4
“Pindah tempat yuk Is, ada yang mau aku bicarain sama kamu” ajak Nada.6816Please respect copyright.PENANATXqSiSwiys
6816Please respect copyright.PENANAFJ7g1LIFHT
“Soal?”6816Please respect copyright.PENANADk6sV2xcGO
6816Please respect copyright.PENANA1Q1Sw4Fsr1
“Banyak. Tapi yang jelas, masih ada hubungannya sama pak Bowo”6816Please respect copyright.PENANA8N1El89dGX
6816Please respect copyright.PENANAHNDbl1r3Hy
“Ooh oke. 10 menit lagi” jawab Isna.6816Please respect copyright.PENANAV0OUNqKIna
6816Please respect copyright.PENANABlFRXS6Ww4
6816Please respect copyright.PENANAtyVellPyf3
Akhirnya 10 menit kedepan, hanya diisi dengan saling diam. Mereka baru beranjak saat Isna mengangguk kepada Nada, memberi kode bahwa mereka bisa pergi sekarang. Mereka berdua naik mobil Nada, tujuannya ternyata tak lain adalah rumah Nada. Begitu sampai, merekapun langsung masuk.6816Please respect copyright.PENANAXOjS7e1XF5
6816Please respect copyright.PENANA3gMe1OA2aS
6816Please respect copyright.PENANA6BfAcE3XHL
“Ini rumahmu? Sepi amat? Pada kemana?” tanya Isna.6816Please respect copyright.PENANAIyAWT0YYTM
6816Please respect copyright.PENANAljKMzIIXen
“Iya. Suamiku nggak pulang minggu ini, jadi ya cuma kita berdua” jawab Nada. “Kita duduk didalem aja” lanjutnya sambil mengajak Isna keruang tengah.6816Please respect copyright.PENANAHHRY0zfFk4
6816Please respect copyright.PENANA51oINETaGL
“Oke, jadi ada apa nih kamu sampai ngajakin aku kesini? Apa yang mau kamu bicarain Nad?” tanya Isna.6816Please respect copyright.PENANApBSgHMB2Uj
6816Please respect copyright.PENANAl6etN1JGbr
“Hmm, terus terang aja aku masih bingung. Mungkin kamu bisa mulai cerita duluan” jawab Nada.6816Please respect copyright.PENANAU5L4BvqXHa
6816Please respect copyright.PENANA8yiVaRLC8E
“Lah kok aku? Kan kamu yang pengen ngobrol sama aku? Hmm, tapi okelah, kamu mau aku cerita soal apa?”6816Please respect copyright.PENANAhXnXcd8Qjs
6816Please respect copyright.PENANA3mAMDfDFTi
“Yaah apapun. Gimana kamu bisa sama pak Bowo. Atau mungkin, kenapa kamu sampai ngejebak Gina” jawab Nada dengan sinis.6816Please respect copyright.PENANAEDPEkVObHm
6816Please respect copyright.PENANAPDGH20c6in
“Tunggu dulu. Ngejebak Gina?” tanya Isna dengan wajah heran.6816Please respect copyright.PENANAVenRtlD2GB
6816Please respect copyright.PENANAKRid9z70J3
Nadapun ikut mengernyit. “Ada yang salah sama ucapanku?” tanya Nada.6816Please respect copyright.PENANAjIy8WFY8dX
6816Please respect copyright.PENANAWkw7gZqtva
“Kayaknya ada yang salah deh. Coba kamu ceritain, apa yang bikin kamu bilang kalau aku yang ngejebak Gina” pinta Isna.6816Please respect copyright.PENANAvby3q6nux7
6816Please respect copyright.PENANAISthKU9C6X
6816Please respect copyright.PENANAxP89sDlarG
Nada sempat terdiam. Tapi melihat ekspresi wajah Isna, dia jadi bertanya-tanya. Akhirnya dia putuskan untuk menceritakan pertemuannya dengan Gina waktu itu. Bagaimana awalnya dia mencari Gina, yang sebenarnya untuk menanyakan soal Isna. Lalu malah Gina cerita panjang lebar tentang masa lalunya, tentang dirinya yang dijebak oleh Isna, juga tentang dirinya yang dengan sangat terpaksa menjebak sahabatnya sendiri hingga harus rela kehilangan sahabatnya itu, yang mungkin sama dengan yang dialami Nada saat ini, meskipun tidak terlalu mirip.6816Please respect copyright.PENANAaJoi0eASE6
6816Please respect copyright.PENANANT6HGLRbbs
6816Please respect copyright.PENANAlQ6yqQWJ1n
“Hahahahahaha” Isna tertawa keras saat Nada selesai bercerita.6816Please respect copyright.PENANA02v5baKRSL
6816Please respect copyright.PENANAy03dtbcvhJ
“Loh kok malah ketawa sih Is? Emangnya ada yang lucu dari ceritaku hah?” tanya Nada yang sedikit emosi karena ceritanya dianggap lucu oleh Isna, padahal menurutnya, itu sama sekali tidak lucu.6816Please respect copyright.PENANA2gsiom8Q3X
6816Please respect copyright.PENANAyWRwNFTgPS
“Hahaha bentar Nad bentar, hahaha, duh sakit perutku, hahaha” ucap Isna sambil memegangi perutnya yang mulai sakit akibat tertawanya.6816Please respect copyright.PENANA3GqAVVLN8q
6816Please respect copyright.PENANAufRNtJyiTA
6816Please respect copyright.PENANAtTIAOBYW6H
Nada masih kesal. Dia tak tahu apa yang ditertawakan oleh Isna. Dia menduga memang ada yang salah dengan ceritanya, cuma dia tidak suka saja dengan reaksi Isna yang seperti itu.6816Please respect copyright.PENANAMLBGbtPi4S
6816Please respect copyright.PENANAwDRamV7VGZ
6816Please respect copyright.PENANArKViDQu3f9
“Huufh huuufh huuuufh..” beberapa kali Isna menarik dan menghembus nafas panjang, untuk meredakan tawanya. Setelah itu dia menatap Nada.6816Please respect copyright.PENANAADBFea2acB
6816Please respect copyright.PENANAUHaoL6q7K3
“Kamu dibohongin sama Gina Nad” ucap Isna.6816Please respect copyright.PENANA42bSeJU84R
6816Please respect copyright.PENANA9XvHIdRoOX
“Dibohongin gimana? Maksudmu, bukan kamu yang ngejebak Gina?”6816Please respect copyright.PENANAfHmfedkRt2
6816Please respect copyright.PENANAU6OptBLgeM
Isna mengangguk. “Tapi aku bisa maklum, karena kamu nggak bener-bener kenal sama dia ataupun sama aku. Kamu hanya 2 kali aja kan pernah ketemu dia? Waktu kamu dijebak, dan waktu kamu nyari tahu soal aku?”6816Please respect copyright.PENANA3MLCdPU8De
6816Please respect copyright.PENANAseEJe19TDb
Nada mengangguk. “Iya”6816Please respect copyright.PENANAJRx4B8JW1B
6816Please respect copyright.PENANAv1IpSJLDHH
“Harus aku akui, aku emang cewek nggak bener. Dan itu udah sejak lama Nad, dari aku sma. Dari dulu aku udah sering gonta ganti pacar dan pasti ngentot sama pacar-pacarku itu. Waktu masuk kuliah, aku coba buat sedikit berubah, mencoba untuk lebih menekan nafsuku dan nggak sering-sering ngentot. Tapi aku udah terlanjur ketagihan, susah rasanya kalau nggak dikontolin” ucap Isna dengan vulgarnya.6816Please respect copyright.PENANA6OMStXkd91
6816Please respect copyright.PENANA71WHSfG8Br
“Dan bahkan aku pernah beberapa kali ngentot sama dosenku biar dapat nilai bagus. Juga waktu itu biar skripsiku lancar tanpa susah-susah mikir. Entahlah, aku juga udah lupa berapa kontol yang udah pernah masuk memekku” lanjutnya.6816Please respect copyright.PENANAeYqE2EI9EX
6816Please respect copyright.PENANAjprONEkRB4
6816Please respect copyright.PENANANAs2mekb6p
Nada sebenarnya agak jengah mendengar Isna yang begitu vulgar bercerita. Tapi dia diam saja, karena penasaran dengan lanjutan cerita dari Isna.6816Please respect copyright.PENANA8v0KRg5cx4
6816Please respect copyright.PENANAZYOuREGc19
6816Please respect copyright.PENANALuIqcJHx27
“Waktu diterima kerja, aku udah berniat buat bener-bener berubah, sampai-sampai aku pakai jilbab kayak gini. Dan aku bersyukur aku ditempatkan di kota ini, jauh dari kota tempatku kuliah dulu. Aku pikir, disini aku bisa bener-bener berubah, menjalani hidup yang benar. Tapi, ternyata aku salah”6816Please respect copyright.PENANAe1XnJDsexk
6816Please respect copyright.PENANAZH7QxVJKUu
“Sebelum aku lanjutin, menurutmu, duluan mana yang kerja dibank itu, aku atau Gina?” tanya Isna sambil tersenyum.6816Please respect copyright.PENANAMhKM9rDB5n
6816Please respect copyright.PENANAacPxG7YUI8
Nada terdiam sebentar. “Jadi, sebenarnya Gina yang duluan kerja disitu?” tanya Nada menebak.6816Please respect copyright.PENANAfqyGlyjsaW
6816Please respect copyright.PENANAcEmgHpYQ1t
Isna mengangguk. “Iya. Gina itu 4 tahun lebih tua dari aku. Waktu aku masuk kesana, dia udah 3 tahun kerja duluan disana. Jadi jelas, aku juniornya Gina. Sedangkan si Bowo, udah setahun disana waktu aku masuk”6816Please respect copyright.PENANAD1LjrDlcb0
6816Please respect copyright.PENANARiBYSVbIIQ
“Jadi, aku yang sebenarnya dijebak sama mereka. Tapi mungkin bedanya aku sama kamu, atau cewek lain yang dijebak Bowo, aku nggak menyesal, karena aku justru dapat kepuasan dari dia. Dan, niatku berubah jadi sirna”6816Please respect copyright.PENANAehZt57QAXA
6816Please respect copyright.PENANAobg1IWwKBG
“Terus, kalau emang kejadiannya kayak gitu, kenapa dia malah cerita kalau kamu yang ngejebak dia? Dan dia juga cerita soal dia yang terpaksa harus ngejebak temennya itu?”6816Please respect copyright.PENANAkxf2sORqhY
6816Please respect copyright.PENANAqVjt017hLq
“Soal dia ngejebak temennya, aku nggak tahu itu bener atau nggak. Tapi kenapa Gina bikin cerita kayak gitu ke kamu, mungkin, dia kesal sama aku karena dianggap udah ngerebut Bowo dari dia. Atau mungkin juga kesal sama Bowo, bisa juga sih”6816Please respect copyright.PENANA2gV7mfgYJW
6816Please respect copyright.PENANA1Qd37QiPpz
6816Please respect copyright.PENANA0NO8eYeQ55
Nada mengangguk, tapi juga bingung. Kesal kepada Isna, masuk akal. Tapi kesal kepada pak Bowo, kenapa?6816Please respect copyright.PENANAmBF8XOaPPZ
6816Please respect copyright.PENANA6TlFnC4lA2
6816Please respect copyright.PENANAfANL7Xuk5U
“Kesal sama pak Bowo? Maksudnya gimana?”6816Please respect copyright.PENANAs78TnJK8Nr
6816Please respect copyright.PENANAuOA4bjoqrO
“Bowo itu punya kebiasaan, yang baru aku tahu setelah beberapa kali aku ikut bantuin dia ngejebak orang lain. Dia kalau udah dapet yang baru, yang lama dilupain. Waktu dia berhasil ngentotin aku, setahuku, dia jadi jarang ngentotin Gina. Dan mungkin itu sebabnya Gina sebel sama aku terus mutusin buat resign waktu itu”6816Please respect copyright.PENANAx2mE5TqcOL
6816Please respect copyright.PENANAxZ41yzLon0
“Tapi, kalau sama kamu? Kok kayaknya nggak gitu Is? Kamu masih sering dipakai pak Bowo kan?”6816Please respect copyright.PENANALfSnO8MUob
6816Please respect copyright.PENANABr6xR6NpFt
“Karena mangsanya yang baru, rata-rata nggak tahan lama. Mereka milih buat pergi dengan berbagai alasan. Kebanyakan alasannya sih karena mau nikah dan ikut suaminya. Karena itu, Bowo selalu kembali ke aku”6816Please respect copyright.PENANAmIN6cwQJMG
6816Please respect copyright.PENANAgZqlQGjjFe
“Hmm gitu. Tapi, kemarin waktu sama aku, Gina yang bantuin pak Bowo?”6816Please respect copyright.PENANAQ02UyucShL
6816Please respect copyright.PENANARLQGMEX2TB
“Itu karena aku sedang sibuk sama Andi, makanya dia minta bantuan orang lain”6816Please respect copyright.PENANAcp1NKCHFF9
6816Please respect copyright.PENANA7omZXYrGtj
“Kalau Gina tahu kebiasaan pak Bowo, kenapa dia masih bantuin dia?”6816Please respect copyright.PENANAPij4a2HFQ0
6816Please respect copyright.PENANAB5D2B8g0bQ
“Entahlah kalau soal itu, mungkin dia dijanjiin sesuatu, atau apa nggak tahu juga, cuma dia dan Bowo yang tahu”6816Please respect copyright.PENANA0QMrFtzXk6
6816Please respect copyright.PENANABan7uCSjur
6816Please respect copyright.PENANAjfvJkeYy3k
Nada terdiam. Dia bingung karena cerita Isna dan Gina sangat bertolak belakang. Sayangnya, benar apa yang dikatakan Isna tadi. Dia belum benar-benar kenal Gina dan Isna. Jadi dia tak tahu mana cerita yang sebenarnya, mana yang harus dia percayai.6816Please respect copyright.PENANAT3YEXpgX3Y
6816Please respect copyright.PENANAXVNkm8AL8o
6816Please respect copyright.PENANAhpYStsGBFD
“Oh iya, kamu tadi bilang kalau Gina yang bantuin pak Bowo karena kamu sibuk dengan mas Andi. Apa itu termasuk rencana pak Bowo?”6816Please respect copyright.PENANAi2xe19zd1a
6816Please respect copyright.PENANATFPM04lbiW
“Iya Nad. Dari awal, sebenarnya yang diincer sama Bowo itu Cita, dan dia minta tolongnya sama aku. Dari aku juga, dia tahu kalau kamu dan Cita itu temenan. Dia sih waktu itu bilangnya mau ngincer kamu dulu. Aku nggak tahu apa yang mau dia lakuin, karena aku disuruh untuk terus deketin Andi, dan ngorek lebih banyak soal Cita dari Andi” ucap Isna.6816Please respect copyright.PENANA47x5B4wYIv
6816Please respect copyright.PENANAeWqrwyl0Yo
6816Please respect copyright.PENANAUCJhgxhNjW
Isna kemudian cerita dari awal tentang kedekatannya dengan Andi yang memang disuruh oleh pak Bowo. Isna sendiri tak menyangka kalau ternyata Andi jadi bertindak sedemikian bodoh karena takut Cita direbut oleh pak Bowo, sampai 2 kali menyetubuhi Cita dengan kasar. Kemudian juga tentang kecurigaan Andi terhadap Cita yang berselingkuh setelah kenal dan makin dekat dengan Nada, Robi dan Salim. Isna ceritakan semua apa yang terjadi antara dirinya dengan Andi. Semua curhatan Andi.6816Please respect copyright.PENANAtihu7ssWS7
6816Please respect copyright.PENANAzWShQQftzZ
6816Please respect copyright.PENANAj8i4ffQL0V
“Jadi emang dari awal kamu yang menghasut mas Andi Is?” tanya Nada.6816Please respect copyright.PENANAYYnzPN5EzU
6816Please respect copyright.PENANAvUixmlfzLp
“Nggak. Dari awal aku cuma dengerin dia curhat. Bahkan aku udah berkali-kali nanya ke dia, apa dia yakin kalau Cita itu selingkuh, dan mana buktinya. Tapi dia ngotot kalau pasti Cita itu selingkuh. Jadi ya, aku kasih saran-saran aja gimana baiknya ke dia”6816Please respect copyright.PENANAYpMbw9CJyc
6816Please respect copyright.PENANAOnNgiU3MRN
“Termasuk kamu nawarin tubuh kamu buat dientot sama mas Andi?” tanya Nada dengan sinis.6816Please respect copyright.PENANAQxQls8sXs9
6816Please respect copyright.PENANARV9aDXt6DT
“Yaa bisa dibilang gitu. Itupun setelah Andi ngamuk-ngamuk dirumahku waktu, hmm, kalau nggak salah, Cita pergi keluar kota bareng kamu” jawab Isna.6816Please respect copyright.PENANAKFtL0jaW4Q
6816Please respect copyright.PENANAP8WhUjA2iJ
6816Please respect copyright.PENANARrYxF9Aq6c
Nada mengingat-ingat lagi cerita dari Isna, dan memang benar setelah dia mengajak Cita pergi itu, waktu pulang Cita tak bisa lagi dia hubungi. Baru setelah Cita cerita apa yang sebenarnya terjadi, barulah dia tahu kalau ternyata hari kepulangan itu Cita dianiaya oleh Andi, dituduh dan dipaksa mengaku kalau dia berselingkuh, sampai beberapa kali pipinya menerima tamparan dari Andi. Dan untuk yang ini, Nada percaya karena ceritanya sama seperti yang diceritakan oleh Cita kepadanya.6816Please respect copyright.PENANAWJ9IUgCk9y
6816Please respect copyright.PENANAoU6vcq7YcW
6816Please respect copyright.PENANARLWeVuqA1S
“Tapi jujur Nad, aku sama sekali nggak menikmati ngentot sama Andi. Kamu tahu, dia itu payah sebagai lelaki. Kontolnya kecil, ya sebenarnya standar sih, tapi kalau dibandingin kontol si Bowo, jelas masih kalah. Udah gitu, dia cepet ngecrotnya. Aku bahkan belum apa-apa tapi dia udah kelar. Bener-bener nggak muasin” ucap Isna blak-blakan.6816Please respect copyright.PENANAgeux446dGg
6816Please respect copyright.PENANAYzFUbRxu4r
“Dan kamu masih tetep mau ngentot sama dia?”6816Please respect copyright.PENANAO4gqd9Yof3
6816Please respect copyright.PENANAqnENqHUQ5G
“Yaa, mau gimana lagi? Si Bowo yang nyuruh. Sampai akhirnya, aku denger dari Bowo kalau dia udah berhasil dapetin kamu. Dan ternyata, kebiasaannya masih belum berubah. Dia jadi maunya sama kamu terus, aku nggak pernah lagi disentuhnya” ucap Isna.6816Please respect copyright.PENANAm2DdKXOGYc
6816Please respect copyright.PENANAhEQL9iuUZ9
“Aku uring-uringan Nad, Andi nggak bisa apa-apa, Bowo nggak ngentotin aku juga. Akhirnya aku bikin rencana sendiri”6816Please respect copyright.PENANA0iQuz9ipwH
6816Please respect copyright.PENANAok4qnwfKHr
“Rencana apa?”6816Please respect copyright.PENANAiUhDm8YEEH
6816Please respect copyright.PENANANfIaISnPit
“Aku pengen jadiin Andi lebih perkasa”6816Please respect copyright.PENANAuuxZYyJTTS
6816Please respect copyright.PENANAHbtuMQovCJ
“Hah? Maksudnya?”6816Please respect copyright.PENANA3Ral6qjHQS
6816Please respect copyright.PENANAUrrEg0sPaF
“Ya. Aku sampai beli minyak khusus buat gedein, manjangin sama nguatin kontol. Karena aku udah bisa nebak, setelah Bowo dapetin kamu, terus dia nantinya dapetin Cita juga, dia nggak bakal nyentuh aku lagi. Jadi, jalan satu-satunya buat pelampiasanku adalah Andi. Aku udah nggak peduli lagi sama urusan Bowo sama kamu dan Cita, aku cuma mau Andi lebih perkasa biar dia bisa muasin aku” jawab Isna.6816Please respect copyright.PENANAaRXOjmRcIe
6816Please respect copyright.PENANAGPu5xFxwes
6816Please respect copyright.PENANA4ZceWbuHfm
Nada terdiam. Dia coba mencerna ucapan Isna satu persatu. Mulai dari Andi yang ternyata adalah seorang lelaki lemah, yang sama sekali tidak bisa memuaskan Isna. Lalu juga tentang kebiasaan pak Bowo, yang setelah mendapat mangsa baru, dia lupa dengan mangsa yang lama.6816Please respect copyright.PENANA8KQqMlTYFd
6816Please respect copyright.PENANANiJ2vs6klo
Jadi gitu? Pantes akhir-akhir ini pak Bowo jadi kayak kurang tertarik gitu sama aku. Apa karena dia udah berhasil dapetin Cita? Batin Nada.6816Please respect copyright.PENANA8iAlaWypj9
6816Please respect copyright.PENANAx1cLqDXzDj
6816Please respect copyright.PENANA35J1XFMIVU
“Dan kalau aku boleh nebak, kamu tadi nongkrong sendirian di kafe karena nggak diajak ngentot sama Bowo kan? Kamu sebenarnya udah ketagihan sama dia, tapi kamu nggak dipanggil sama dia hari ini. Apalagi suamimu lagi nggak ada dirumah, bener nggak tebakanku Nad?” tanya Isna.6816Please respect copyright.PENANASERkNJpiDl
6816Please respect copyright.PENANAnQ5hSQlC15
6816Please respect copyright.PENANAgccBwHQKT1
Nada kesal dengan pertanyaan Isna itu. Masalahnya, apa yang dikatakan Isna memang benar. Dia sudah ketagihan dan menikmati hubungan nafsu dengan pak Bowo. Tapi hari ini pak Bowo malah menemui Cita. Akhirnya, Nadapun mengangguk diiringi tawa dari Isna, yang membuat Nada makin kesal.6816Please respect copyright.PENANA1oB4LjPZce
6816Please respect copyright.PENANA7XH7YsZBe0
6816Please respect copyright.PENANAOLJLPfiHB6
“Jadi, si Cita udah dientot sama Bowo?” tanya Isna.6816Please respect copyright.PENANAoEFz3fMt1H
6816Please respect copyright.PENANAUJFlcEsHGn
Nada mengendikan bahunya. “Aku nggak tahu, pak Bowo nggak cerita apa-apa sama aku. Tapi, aku kemarin pernah lihat Cita dan pak Bowo. Sebelumnya kan aku ditelpon pak Bowo kalau aku jangan kerumah Cita, karena dia yang mau kesana. Tapi aku kepo, makanya aku tetep kerumah Cita, meski cuma nungguin diseberang rumahnya. Waktu aku lihat, pak Bowo pamit gitu ke Cita, dan mereka pelukan mesra banget. Cita malah terus senyum sampai pak Bowo pergi”6816Please respect copyright.PENANAVWu4Z2yjes
6816Please respect copyright.PENANAvYO6PImKci
“Waah udah gawat berarti tuh, udah kena mungkin Nad” tebak Isna.6816Please respect copyright.PENANAZzVpOwd4Ml
6816Please respect copyright.PENANACoV4UX7mAu
6816Please respect copyright.PENANAalOOoMCP6d
Kembali Nada hanya mengendikan bahu, karena memang dia tidak tahu pasti.6816Please respect copyright.PENANAEA0isl8nRh
6816Please respect copyright.PENANAEB71tUsw1q
6816Please respect copyright.PENANABlviXzrQHE
“Eh bentar bentar” ucap Isna, kemudian terlihat seperti mengingat-ingat sesuatu.6816Please respect copyright.PENANAObGP4tR0nF
6816Please respect copyright.PENANAdr7hLaM5pp
“Kenapa Is?” tanya Nada penasaran.6816Please respect copyright.PENANAAPPnrotxa6
6816Please respect copyright.PENANAsgj0PpnZtp
“Waktu itu kamu dijebak si Bowo pakai obat perangsang kan?”6816Please respect copyright.PENANAhX2Dv2L1oa
6816Please respect copyright.PENANAU7xLnFC0Ey
“Hmm, iya sih, pakai perangsang gitu. Kenapa emang?”6816Please respect copyright.PENANAeMkJGy6LYj
6816Please respect copyright.PENANAKERn7B1NCz
“Kalau nggak salah, Bowo pernah bilang, dia pengen naklukin Cita tapi caranya beda. Dia nggak mau pakai obat perangsang, kayak yang biasa dia lakuin. Dia pengen bener-bener dapetin hati Cita. Ah sial, mana si bego itu sekarang dipenjara lagi. Makin mulus lah langkah si Bowo”6816Please respect copyright.PENANAoArK6RPA7x
6816Please respect copyright.PENANA8LJ6fepzfe
“Maksudmu, ada kemungkinan Cita belum diapa-apain sama pak Bowo?” tanya Nada mengambil kesimpulan.6816Please respect copyright.PENANAMvjsTdk6yc
6816Please respect copyright.PENANA1ACKxzD1kQ
“Entahlah. Tapi kalau bener yang kamu lihat itu, kalau mereka pelukan mesra gitu, bisa jadi Bowo udah berhasil dapetin hatinya Cita. Dan itu lebih gawat kan, karena tinggal tunggu waktu aja buat Bowo dapetin tubuhnya Cita?”6816Please respect copyright.PENANAy6eMfK6FmL
6816Please respect copyright.PENANAj25Bvc4LGT
“Iya juga sih. Pak Bowo juga nggak ada cerita apa-apa sama aku soalnya. Bisa jadi dia belum sempat nidurin Cita” jawab Nada.6816Please respect copyright.PENANAm8NOq4eD4u
6816Please respect copyright.PENANAnEEH3I2nzZ
“Nah itu dia. Rencana awalnya emang gitu Nad. Dia pengen bikin suasana hatinya Cita kacau dulu, dengan jalan ngebuat Cita mergokin Andi selingkuh sama aku”6816Please respect copyright.PENANA7yhMSEO5Qn
6816Please respect copyright.PENANADps0xU6UGp
“Ooh jadi yang waktu itu kalian jalan di mall terus Cita dan pak Bowo lihat, emang udah direncanain?” tanya Nada.6816Please respect copyright.PENANAWpavmiQY4m
6816Please respect copyright.PENANA01lgcirdbH
“Nggak juga, bukan gitu”6816Please respect copyright.PENANAbfl6V04qRL
6816Please respect copyright.PENANAQbDbTDrYpO
“Maksudnya? Tapi tadi kamu bilang…”6816Please respect copyright.PENANAx47PxaCAXJ
6816Please respect copyright.PENANAiZnbI7wO0T
“Belum Nad, seharusnya belum secepat itu, karena Bowo belum bilang apa-apa ke aku, dia belum nyuruh apa-apa. Waktu itu aku jalan sama Andi, karena ya dia lagi aku terapi pakai minyak khusus itu, biar makin jantan dia. Soal kami ketahuan sama Cita itu aja, aku malah baru tahu waktu Andi dateng ke rumahku terus mukulin aku itu” jawab Isna.6816Please respect copyright.PENANADJLIx511rm
6816Please respect copyright.PENANA36APdlweMS
“Hmm, jadi itu cuma kebetulan?”6816Please respect copyright.PENANAASRpUoq7NG
6816Please respect copyright.PENANAW0geP3GaO8
“Iya. Aku nggak tahu sama sekali kalau hari itu kami ketahuan sama Cita”6816Please respect copyright.PENANAd7hTUefIgm
6816Please respect copyright.PENANAJ1VFV7XrBr
“Eh tapi kok, mas Andi bisa sampai mukulin kamu gitu sih Is? Masak cuma gara-gara ketahuan selingkuh dia sampai kalap gitu?”6816Please respect copyright.PENANA1Asy1PLhsA
6816Please respect copyright.PENANAIFhhjkw7Zr
“Haha, kamu tahu apa yang bikin dia ngamuk?”6816Please respect copyright.PENANAjPMUEDrrSh
6816Please respect copyright.PENANAiAXK5CgJYF
“Emang apaan?”6816Please respect copyright.PENANAmLkCBgraYR
6816Please respect copyright.PENANAa9mVics3La
6816Please respect copyright.PENANAYFT6b6w1XN
Isnapun bercerita tentang kejadian malam itu. Dimana dia tiba-tiba dilabrak oleh Andi. Dia ceritakan dengan detail kata-kata Andi malam itu kepadanya, dan juga balasan dari dia yang membuat Andi marah sampai kalap memukuli Isna.6816Please respect copyright.PENANAmK36nHRgXX
6816Please respect copyright.PENANAvuz3Gphg83
6816Please respect copyright.PENANAkxgCwVO6xd
“Hah, kamu bilang kayak gitu Is?”6816Please respect copyright.PENANAuHkOvvqiWG
6816Please respect copyright.PENANAKq8Q6okZN7
“Iya. Laki-laki itu paling nggak bisa kalau harga dirinya dijatuhin sama cewek. Apalagi untuk urusan yang sensitif kayak kejantanan. Aku sebenarnya nggak pengen ngomong kayak gitu, tapi dia duluan yang cari perkara. Dia tiba-tiba dateng terus nyalahin aku, terus ngatai-ngatain aku juga. Kalau dikatain perek, dibilang wanita murahan, mungkin aku masih bisa terima. Disalah-salahinpun, mungkin aku masih bisa terima karena emang aku salah juga. Tapi terus dia bilang kalau aku jadi suka ngentot ama dia, ketagihan kontolnya dia, diih najis…” ucap Isna sedikit kesal mengingat perlakuan Andi padanya malam itu.6816Please respect copyright.PENANA1IeHIqWv8d
6816Please respect copyright.PENANATozaDrDF4r
“Hmm, jadi gitu ya” ucap Nada.6816Please respect copyright.PENANAHO2Yi1mDvD
6816Please respect copyright.PENANANhwGr619wn
“Dan sekarang dia dipenjara. Rencana si Bowo jadi sangat jauh lebih gampang. Apalagi aku yakin, kalau Cita bakal gampang dipengaruhi dalam suasana hati yang kacau” ucap Isna.6816Please respect copyright.PENANAjpUFQvr228
6816Please respect copyright.PENANAGuVIcFfyEY
“Hhuhhf, iya Is bener banget. Duh gimana ini ya” ucap Nada.6816Please respect copyright.PENANAALCWOo6QOm
6816Please respect copyright.PENANAFcwxAKRgc0
“Apanya yang gimana? Kamu mau nyelametin Cita gitu?” tanya Isna, kini juga sinis.6816Please respect copyright.PENANA8DmL2nhx9s
6816Please respect copyright.PENANAtUKHWupRBc
“Yaiyalah. Siapa juga yang mau temennya terjerumus? Yang pernah, atau masih punya temen, atau sahabat, pasti nggak akan rela sahabatnya kenapa-napa. Lagian, kami kan sama-sama perempuan” ucap Nada menyindir Isna.6816Please respect copyright.PENANAAprJO7cTae
6816Please respect copyright.PENANAyK45fWLPmj
6816Please respect copyright.PENANAeul2zZhG0X
Bagaimanapun juga, Nada merasa kesal kepada Isna. Demi sebuah kenikmatan duniawi, dia sampai seperti ini. Mungkin kalau apapun yang dilakukan hanya berkaitan dengan dirinya sendiri, Nada tak akan terlalu peduli. Tapi Isna juga ikut menjebak orang lain. Padahal sama-sama perempuan, bukannya dibantu malah dijerumusin.6816Please respect copyright.PENANAZCPeM0GLTn
6816Please respect copyright.PENANA7ja3EMbYiK
6816Please respect copyright.PENANA9qGdaNvzQd
“Hahahaha” kembali Isna hanya tertawa lebar mendengar sindiran dari Nada.6816Please respect copyright.PENANAOpn3D7vozp
6816Please respect copyright.PENANAEzHVQyQuMv
“Kenapa kamu malah ketawa?”6816Please respect copyright.PENANAoMxN73yQwD
6816Please respect copyright.PENANAWTeXrVcU84
“Kamu terlalu naif Nad”6816Please respect copyright.PENANAcK7CAhyqkr
6816Please respect copyright.PENANAqVuZukxEUU
“Naif? Maksudmu?”6816Please respect copyright.PENANADBVMZZRNjB
6816Please respect copyright.PENANAy5coe9OA88
“Kamu sendiri aja dapet kepuasan kan dari Bowo? Meskipun awalnya dijerumusin orang lain, tapi sekarang kamu bisa nikmatin kan? Coba bayangin kalau Cita udah kena kontolnya Bowo, pasti ketagihan juga, haha”6816Please respect copyright.PENANA1SVOn9mf0v
6816Please respect copyright.PENANAIQOzjTLyua
“Jaga bicaramu Is. Aku mungkin seperti itu, tapi Cita…”6816Please respect copyright.PENANA7r6VzymEdK
6816Please respect copyright.PENANACer9PUkKFM
“Nad” potong Isna. “Apa selama ini kamu udah puas dengan suamimu?”6816Please respect copyright.PENANAUzsr4MMqD0
6816Please respect copyright.PENANAijtHLksY2h
“Apa maksudnya kamu nanyain kayak gitu?”6816Please respect copyright.PENANA4PrHEb9men
6816Please respect copyright.PENANAnaau5YpDO1
“Udah jawab aja dulu”6816Please respect copyright.PENANA7liNIMTHsn
6816Please respect copyright.PENANAAqFGzVPxKt
“Ya puaslah” jawab Nada kesal.6816Please respect copyright.PENANAsCcv6VdtdD
6816Please respect copyright.PENANAaaKwnvhRC7
“Nah, kamu yang udah puas sama suami kamu aja masih bisa lebih puas sama Bowo kan? Akui aja Nad”6816Please respect copyright.PENANAfmKDq0IXKl
6816Please respect copyright.PENANAEt9JHt8nZR
6816Please respect copyright.PENANA8WfVmg7eac
Nada terdiam. Dalam hati dia mengakuinya, meskipun sudah mendapatkan kepuasan dari suaminya, tapi memang benar kata Isna, kalau dia bisa jauh lebih puas dengan pak Bowo. Tapi tak mungkin dia mengatakan hal itu kepada Isna, meskipun dia yakin kalau Isna sudah tahu jawabannya.6816Please respect copyright.PENANAHVkotQk1JY
6816Please respect copyright.PENANAI1CWVsOZ2M
6816Please respect copyright.PENANAT4blqdUh8l
“Kamu nggak tahu sih Nad, betapa payahnya Andi. Asal kamu tahu, Andi itu jauh dibawah Bowo untuk urusan muasin cewek. Dan kalau Cita sampai kena sama dia, aku jamin, Cita nggak akan bisa lagi ngerasain apa-apa sama Andi” ucap Isna.6816Please respect copyright.PENANAAmm3IRvfjl
6816Please respect copyright.PENANAGvcECI8GW4
“Dan kamu juga harus tahu, apa yang aku lakuin ke Andi, dengan memberinya minyak pembesar kontol itu, juga bukan cuma buat aku aja. Kalau Andi jadi lebih perkasa, dia masih punya kesempatan buat mempertahankan Cita, agar Cita nggak sepenuhnya jatuh ke tangan Bowo”6816Please respect copyright.PENANANHju7I2JCl
6816Please respect copyright.PENANANu8bqMhNqK
6816Please respect copyright.PENANAtP2pUujxje
Nada kembali terdiam, mencoba memahami maksud dari ucapan Isna. Sebenarnya dia tak terlalu yakin dengan apa yang sudah diucapkan Isna, tapi mungkin untuk saat ini, hanya Isna yang bisa dia percaya omongannya.6816Please respect copyright.PENANAdmtQfZJc2e
6816Please respect copyright.PENANAfYGpEtz1xp
6816Please respect copyright.PENANA9peuVSDBgo
“Sebenarnya aku udah nggak mau lagi ada urusan sama Bowo, sama semua yang terjadi disini. Aku balik kesini buat ngambil barang-barangku yang tersisa dikontrakan. Aku juga udah nemuin pria lain Nad, yang jauh lebih muda, lebih ganteng dan yang pasti lebih perkasa ketimbang Bowo. Apalagi, pria itu mau nikahin aku, bukan cuma ngentotin aku doang kayak si Bowo itu”6816Please respect copyright.PENANAhOcIhGKwjY
6816Please respect copyright.PENANAO7FqsZAWff
“Dan ini” Isna mengeluarkan 2 buah botol dari tasnya. “Ini adalah minyak yang pernah aku pakai ke Andi. Tadinya sih aku bingung mau buat apaan, tapi mungkin ini aku kasihin ke kamu aja lah” ucap Isna sambil memberikan kedua botol itu.6816Please respect copyright.PENANARw8EXdEk2Q
6816Please respect copyright.PENANAGzHh2lKYbA
“Buat apa kamu kasih ke aku?”6816Please respect copyright.PENANAgzzustFCXC
6816Please respect copyright.PENANAOg4Xu16tz1
“Yaa siapa tahu aja berguna. Apa kamu mau selamanya jadi budaknya si Bowo? Terus, kalau Bowo udah dapetin Cita, apa kamu yakin dia masih mau makai kamu? Palingan nanti kamu dipanggil, kalau dia butuh bantuan kamu buat ngejebak orang lain lagi” jawab Isna.6816Please respect copyright.PENANACByGt7sIur
6816Please respect copyright.PENANAcs4He9bEjk
“Kamu bisa pakai ini ke suamimu, biar kamu nggak terus tergantung sama Bowo. Dan mungkin, kalau nanti Andi udah keluar dari penjara, kamu bisa suruh Cita pakai ini ke dia, biar Cita nggak terus-terusan sama Bowo”6816Please respect copyright.PENANAoCiXFHJGU2
6816Please respect copyright.PENANAtxF0RyDMo7
6816Please respect copyright.PENANAkEkI3Tstga
Nada menerima kedua botol itu dari Isna. Dia berpikir, mungkin Isna ada benarnya juga. Dia sendiri jelas tidak mau kalau harus terus-terusan menjadi budak nafsu pak Bowo. Dia suka permainan pak Bowo, dia selalu terpuaskan. Tapi bagaimanapun juga, pak Bowo bukanlah suaminya. Cara untuk bisa lepas dari ketagihannya pada pak Bowo, adalah kalau suaminya bisa lebih dari lelaki itu. Dan mungkin, minyak ini bisa membantunya.6816Please respect copyright.PENANAj6T6D6QAov
6816Please respect copyright.PENANAb4cff3xaEl
Begitu juga dengan Cita, jika memang nanti jatuh ke pelukan pak Bowo. Nada sendiri belum tahu selemah apa sebenarnya Andi, tapi dari cerita Isna, dia cukup yakin kalau memang Andi kalah jauh daripada pak Bowo. Bahkan mungkin jika dibandingkan dengan suaminyapun, Andi masih kalah. Minyak ini, juga bisa berguna untuk Cita.6816Please respect copyright.PENANA6xp169WZhO
6816Please respect copyright.PENANAhqpLoEpkiT
6816Please respect copyright.PENANAHH0I7W5wC4
“Dan satu lagi Nad” ucap Isna sambil mengeluarkan hpnya, sebuah kertas dan sebuah pulpen. Dia lalu menulis sederet nomer di kertas itu.6816Please respect copyright.PENANARDJZh2JeYT
6816Please respect copyright.PENANALj6vPtCHnO
“Ini nomer telpon istrinya Bowo. Kamu mungkin akan perlu dia, kalau kamu pengen nyelametin Cita. Semoga aja sih, belum terlambat. Semoga Cita belum sempat kena kontolnya si Bowo” ucap Isna sambil memberikan nomer itu kepada Nada.6816Please respect copyright.PENANAQ29ghTdjw1
6816Please respect copyright.PENANAix2UYL4lRJ
“Kenapa bukan kamu aja yang menghubungi istrinya pak Bowo? Dan darimana kamu dapet nomer ini?”6816Please respect copyright.PENANA0w0iIeGTVe
6816Please respect copyright.PENANAKkjBWE0htp
“Aku dapet itu dari hpnya Bowo langsung, waktu dia lagi tidur. Dan tadi aku udah bilang sama kamu, aku udah nggak mau berurusan lagi sama Bowo” jawab Isna.6816Please respect copyright.PENANA5qMI8SPbV9
6816Please respect copyright.PENANAwsekRs9fok
6816Please respect copyright.PENANAU8zQm6MV3p
Nada terdiam sambil melihat deret angka yang tertulis dikertas itu. Tapi dia masih bingung, bagaimana menggunakan nomer itu. Bagaimana caranya memberi tahu istri pak Bowo tentang kelakuan suaminya, dan bagaimana bisa menyelamatkan Cita. Karena bagaimanapun dia juga masih takut untuk bertindak, karena pak Bowo masih menyimpan foto telanjangnya, dan juga video persetubuhan mereka.6816Please respect copyright.PENANARUZsOPOpMk
6816Please respect copyright.PENANAxIaBFLRBYC
6816Please respect copyright.PENANAyd0serXcvD
“Kalau kamu bener pengen nyelametin Cita, sebaiknya kamu cepat bertindak. Tapi ingat, kamu harus berhati-hati, karena kamu pasti tahu kalau Bowo itu licik. Kalau kamu mau lapor sama istrinya, kamu harus bisa bener-bener buktiin kelakuan Bowo, bukan cuma modal cerita kamu doang, kamu paham kan maksudku?”6816Please respect copyright.PENANAu76BAbLw37
6816Please respect copyright.PENANAIHrT1f6Wxh
6816Please respect copyright.PENANAiWrUxc2IMG
Nada mengangguk. Dia tahu kalau untuk melaporkan kelakuan pak Bowo kepada istrinya, dia butuh bukti kongkret, bukan hanya cerita pengaduan darinya saja. Apalagi dia belum tahu istri pak Bowo seperti apa orangnya. Tapi dia yakin, kalau istri pak Bowo tidak akan percaya begitu saja dengan omongannya. Dia harus membawa bukti juga. Tapi masalahnya Nada juga bingung bagaimana caranya dia bisa mendapatkan bukti.6816Please respect copyright.PENANAnrvQEonuIP
6816Please respect copyright.PENANAfk1cdzxdPW
6816Please respect copyright.PENANAxdKXMFCJaT
“Yaudah, kalau gitu aku pamit dulu, rasanya semua yang aku tahu soal masalah ini udah aku ceritain ke kamu. Selanjutnya, kamu sendiri yang urus. Dan kalau mau minta bantuan orang, pesenku cuma 1, berhati-hatilah, jangan sampai salah pilih orang, atau nantinya kamu akan sama aja dengan keluar dari mulut harimau, masuk ke mulut singa”6816Please respect copyright.PENANAQfjrZSPV0r
6816Please respect copyright.PENANALXKvZEm2xV
6816Please respect copyright.PENANApxY7cgGmCs
Isnapun akhirnya pergi dari rumah Isna dengan menumpang ojek yang pangkalannya tak jauh dari rumah Nada. Sepeninggal Isna, Nada hanya terdiam melamun, memikirkan apa yang harus dia lakukan nanti.6816Please respect copyright.PENANAAmJWOoWfUr
6816Please respect copyright.PENANAJdKN5JOhB6
Bahkan sebenarnya dia masih belum yakin, apakah harus percaya dengan semua omongan Isna atau tidak. Mana yang harus lebih dia percaya, Isna atau Gina. Dia memang belum terlalu mengenal keduanya, kecuali mereka sama-sama budak seksnya pak Bowo.6816Please respect copyright.PENANAKJTdyMNW76
6816Please respect copyright.PENANAjloN3n8mTU
Kalau benar apa yang dibilang Isna tadi, untuk apa Gina harus bohong sama aku? Apa cuma karena kesal sama Isna karena pak Bowo jadi beralih ke Isna? Terus, soal yang dia ngejebak sahabatnya itu, beneran nggak ya? Batin Nada.6816Please respect copyright.PENANACS1pZfSjLn
6816Please respect copyright.PENANAUWdifi5PnN
Dia jadi makin bimbang. Apalagi Isna ternyata juga tak banyak tahu soal Gina.6816Please respect copyright.PENANAQqwhsvUeXU
6816Please respect copyright.PENANAuTmBmroLFt
Trus kenapa juga malah Isna ngasih nomer telpon istrinya pak Bowo? Kenapa bukan dia sendiri aja sih yang bilang? Apa karena emang udah nggak mau punya urusan lagi sama pak Bowo? Terus jadi aku yang disuruh gitu?6816Please respect copyright.PENANAzeeiy9RBK7
6816Please respect copyright.PENANAyTXMHwbmbw
Nada menimbang-nimbang sambil masih menatap deretan angka dikertas yang diberikan Isna tadi. Dia makin pusing sekarang, bagaimana dia harus mengambil langkah selanjutnya. Apakah akan tetap berdiam diri seperti ini? Atau akan benar-benar menyelamatkan Cita dari pak Bowo?6816Please respect copyright.PENANAxdIe37BVtB
6816Please respect copyright.PENANAL7XsTDTKcz
Kalau aku ngomong ke Cita soal pak Bowo, berarti aku harus siap aibku kebongkar. Pertama, aku jelas harus cerita ke Cita, supaya dia percaya. Kedua, kalau pak Bowo tahu, aku harus siap foto-fotoku itu kesebar. Ya ampun, aku nggak mau fotoku sampai tersebar. Duuh gimana ini?6816Please respect copyright.PENANAfmVrsApxL0
6816Please respect copyright.PENANAgkV3wOky7p
Sepertinya bener kata Isna, aku emang harus berhati-hati mengambil tindakan, dan juga berhati-hati kalau aku mau minta bantuan sama orang lain. Tapi siapa yang bisa aku mintai bantuan? Batin Nada.6816Please respect copyright.PENANAYDVmdyYEDM
6816Please respect copyright.PENANAsiQH0j9hnk
Kepalanya makin pusing memikirkan hal itu. Dia berharap saat ini ada seseorang yang bisa menjadi tempatnya curhat, berkeluh kesah dan kalau perlu menangis. Sebenarnya dia punya banyak teman, tapi untuk masalah ini, dia tahu tak bisa memilih sembarang orang. Kalau sampai salah pilih, bukannya terbantu, malah bisa-bisa aibnya akan makin menyebar.6816Please respect copyright.PENANApPekLGjbim
6816Please respect copyright.PENANAdIDKYZKocp
Aaah tahu ah pusing. Hmm, mending aku kerumah Cita aja deh, siapa tahu pak Bowo udah pulang kan. Aku kangen pengen main sama Putra. Batin Nada.6816Please respect copyright.PENANAQtwsJnLv0O
6816Please respect copyright.PENANA2TgwdcGA4q
Setelah itu Nadapun keluar dari rumahnya dan menuju rumah Cita. Dia berharap sesampainya disana nanti pak Bowo sudah tidak disana lagi. Memang sudah beberapa hari ini dia belum kesana, belum ketemu dengan Putra. Keinginannya untuk segera punya anak yang belum kesampaian sampai sekarang, dia lampiaskan dengan bermain dengan Putra. Meski sebenarnya membuatnya jadi makin ngebet pengen punya anak secepatnya, tapi paling tidak dia bisa terhibur melihat Putra tertawa.6816Please respect copyright.PENANAmh97a3hYeI
6816Please respect copyright.PENANAl3EDyQQBpU
Sampai dirumah Cita, ternyata sepi keadaannya. Mobil pak Bowo sudah tidak ada lagi disana. Tapi rumah Cita juga terlihat tertutup rapat pintu dan gorden jendelanya. Padahal biasanya kalau jam segini, kalaupun pintunya tertutup gordennya masih terbuka. Karena heran Nadapun turun dari mobil dan segera mengetuk pintu rumah Cita. Berkali-kali dia ketuk dan mengucapkan salam tapi tidak ada jawaban dari dalam. Pada kemana ya, batin Nada.6816Please respect copyright.PENANAUGViYEaqp5
6816Please respect copyright.PENANAr3jUVZyS0Z
6816Please respect copyright.PENANApHwghMUmKb
“Cari mbak Cita ya mbak?” tiba-tiba terdengar suara dari sebelah rumah Cita.6816Please respect copyright.PENANAJWu4POKNtQ
6816Please respect copyright.PENANAGfUWoqV2JX
“Eh iya bu. Pada kemana ya kok tutupan gini?”6816Please respect copyright.PENANAxcxIEgDL2N
6816Please respect copyright.PENANA0ulEpwg2e6
“Ooh pada keluar mbak” jawab tetangga Cita.6816Please respect copyright.PENANANcJx9erkfk
6816Please respect copyright.PENANA5l1Xhhc6zf
“Udah lama bu?” tanya Nada.6816Please respect copyright.PENANAVOOdCj9JvD
6816Please respect copyright.PENANAdFymsJ88NQ
“Hmm, kalau bu Warni sama Putra sih udah tadi pagi kayaknya. Kalau mbak Cita saya juga nggak tahu, udah lama kayaknya”6816Please respect copyright.PENANAWGYxj6YsyI
6816Please respect copyright.PENANAYYeFJVivqZ
“Lho nggak barengan tho keluarnya?”6816Please respect copyright.PENANA8bEhjLJCNZ
6816Please respect copyright.PENANA8v06CuMgId
“Nggak mbak, tadi pagi mbak Cita nggak ikut kok”6816Please respect copyright.PENANAz0DX6QJcao
6816Please respect copyright.PENANAr6R5hZ5HyO
“Ooh yaudah makasih bu”6816Please respect copyright.PENANAooKtF2c4w0
6816Please respect copyright.PENANAIWMZmVBe0E
6816Please respect copyright.PENANAQkHIUz5M7J
Setelah tetangga Cita masuk kerumahnya lagi, Nada diam terduduk diteras rumah Cita. Dia sudah menebak, pasti Cita perginya sama pak Bowo. Tapi kemana? Apakah cuma keluar mencari makan? Atau pergi kemana? Tanya Nada dalam hatinya. Waktu baru saja mau pergi dari situ, ibu mertua Cita datang bersama dengan Putra.6816Please respect copyright.PENANAA7wrxrYmEv
6816Please respect copyright.PENANAOrr7oqUUyl
6816Please respect copyright.PENANAa8Ab2jSR3y
“Loh, Nada?” ucap ibu mertua Cita.6816Please respect copyright.PENANAc4Ls0uXl0h
6816Please respect copyright.PENANAJoupRWBZGy
“Sore bu” sapa Nada sambil mencium tangan ibu mertua Cita. “Sore ganteng” ucapnya pada Putra sambil mencubit gemas pipinya.6816Please respect copyright.PENANAGPAFLChMrC
6816Please respect copyright.PENANAV4V9ekFstP
“Kok kamu disini? Katanya tadi siang pergi keluar kota sama Cita mau pemotretan kayak yang dulu itu?” tanya ibu mertua Cita.6816Please respect copyright.PENANAmAhVSSScW0
6816Please respect copyright.PENANAbZUpLcWOLi
“Eh?” Nada kebingungan.6816Please respect copyright.PENANAYLlCJo6O4g
6816Please respect copyright.PENANAF96GOqVGxm
“Iya kan? Tadi siang Cita nelpon ijin sama ibu. Lha ini kamunya kok disini?”6816Please respect copyright.PENANA8Tn34YqISV
6816Please respect copyright.PENANA7I512HgYgS
Meski terkejut dan bertanya-tanya, tapi Nadapun cepat tanggap. “Iya bu, tadi siang berangkat, tapi ini Nada pulang lagi kebetulan ada urusan, terus Cita nitip minta diambilin baju gitu bu ada yang ketinggalan katanya”6816Please respect copyright.PENANA2dFAA9Nmd2
6816Please respect copyright.PENANALZ6e2R57If
“Oalah. Yaudah yuk masuk, kamu ambil aja langsung dikamar Cita ya, ibu nggak ngerti soalnya”6816Please respect copyright.PENANA7eXkxVgmQz
6816Please respect copyright.PENANAMzt8K7UqGh
“Iya bu”6816Please respect copyright.PENANALNU26wDDj3
6816Please respect copyright.PENANAJwjWPNZz3N
6816Please respect copyright.PENANASrpkLHeRbs
Nada dan ibu mertua Cita kemudian masuk rumah. Nada disuruh langsung kekamar Cita untuk mengambil titipan Cita. Karena sebenarnya memang tidak ada titip apa-apa, jadi Nada asal saja mengambil baju Cita lalu keluar lagi menemui ibu mertua Cita.6816Please respect copyright.PENANAm9yBwiwPVd
6816Please respect copyright.PENANAOBv5tjlbNp
6816Please respect copyright.PENANAfJm4g37tt5
“Udah bu, kalau gitu saya langsungan ya”6816Please respect copyright.PENANAqIKoLGVSZH
6816Please respect copyright.PENANAQlsWSG2GXM
“Oh mau langsung berangkat kesana lagi ya?”6816Please respect copyright.PENANAN82NFjJUPC
6816Please respect copyright.PENANA3nkXrwmXgI
“Iya bu”6816Please respect copyright.PENANAshK5Eb5hIj
6816Please respect copyright.PENANAJjV5keIoQx
“Yaudah hati-hati ya”6816Please respect copyright.PENANAFTDAe4Fqwa
6816Please respect copyright.PENANAyJ4Yn7rCsF
6816Please respect copyright.PENANALNIkzfNws2
Nada cepat-cepat menuju mobilnya lalu pergi meninggalkan rumah ini.6816Please respect copyright.PENANA2NKJqqvngB
6816Please respect copyright.PENANAKrPXlrRU1n
Kamu kemana Cit? Kenapa kamu sampai bohong sama ibu mertuamu sendiri? Dan kenapa pak Bowo juga nggak ada ngomong apa-apa sama aku? Batin Nada.6816Please respect copyright.PENANA0QcwgnvUp4
6816Please respect copyright.PENANAVf2gS22uuZ
Nada jadi makin khawatir pada Cita. Sudah pasti dia pergi dengan pak Bowo, karena pak Bowo tadi siang bilang akan kesini. Nada mencoba untuk menghubungi Cita, tapi hpnya tidak aktif. Dia jadi makin bingung. Kali ini dia coba untuk menghubungi pak Bowo, tapi sama, hpnya juga tidak aktif. Makin khawatirlah Nada. Satu-satunya tempat yang sekarang ada dikepalanya adalah rumah pak Bowo.6816Please respect copyright.PENANADTS9odwZnS
6816Please respect copyright.PENANA6tAegn61kc
Nada langsung mengarahkan mobilnya menuju rumah pak Bowo. Tapi dia harus sedikit bersabar, karena malam minggu ini cukup macet jalanan. Namun sampai dirumah pak Bowo, Nada makin khawatir, karena tidak ada mobil pak Bowo disitu, dan rumahnya juga sepi, bahkan lampu rumahnya tidak menyala.6816Please respect copyright.PENANA7XEOf59EP3
6816Please respect copyright.PENANAZtXnzEeJsS
Mereka nggak disini. Apa mereka beneran keluar kota? Tapi kemana? Dan kenapa pada nggak bisa dihubungi? Duuh, Cita, kamu kemana? Apa yang terjadi sama kamu?6816Please respect copyright.PENANAdVk1qMvhUn
6816Please respect copyright.PENANAyEQ5L7bH2d
*6816Please respect copyright.PENANAmfQ5C6lAQH
*6816Please respect copyright.PENANA0mYH42d5tu
*6816Please respect copyright.PENANADLKfzF6LnP
*6816Please respect copyright.PENANAjKJf1kQDwd
*6816Please respect copyright.PENANAlGFQXIP0kJ