
Beberapa minggu kemudian…..
314Please respect copyright.PENANAd9TFR8Ly0H
Anri datang menaiki taksi dengan membawa sebuah kantong coklat berisi buah-buahan, dan makanan ke sebuah rumah sakit yang terletak tak jauh dari apartementnya. Setelah menulis namanya di resepsionis, Anri berjalan tanpa beban menuju kamar no. 2810 tempat Roy yang tengah koma di rawat.
314Please respect copyright.PENANAHzr3oW3brj
Sudah 6 minggu sejak kejadian mengerikan yang ia alami di desa itu terjadi, selama sebulan lebih Anri harus menjalani perawatan khusus untuk menyembuhkan rasa trauma yang ia alami. Dengan dukungan, dan support dari keluarganya—Anri berhasil melewati terapinya dengan lancar, dan kembali kekehidupan sebelumnya yang terasa hampa tanpa suaminya, Megumi.
314Please respect copyright.PENANAbO68PFsGfz
Megumi tewas dalam tragedi berdarah itu bersama Tuan Shigeo dalam rumah yang terbakar, menurut keterangan dari polisi yang ia dengar, kematian Megumi disebabkan karena lehernya yang patah akibat pertarungannya dengan Roy. Mendengar hal itu, Anri langsung kena mental—ia tak menyangka kalau Roy akan membunuh Megumi hanya untuknya.
314Please respect copyright.PENANABwI7WwhgMa
Dua pria yang ia cintai saling bunuh saat ia sedang tak berdaya, dan berakhir dengan kematian Megumi, dan Roy yang mengalami koma. Awalnya Anri bingung harus melakukan apa; membenci Roy karena membunuh suaminya, atau memaafkannya, dan tetap menjalin hubungan dengannya. Selama beberapa hari, Anri terus dipenuhi kebimbangan hingga akhirnya ia putuskan untuk mengambil jalan tengah—dengan memaafkan Roy, namun tak akan lagi mau menjalin kasih dengannya.
314Please respect copyright.PENANASxoCN2ceXa
“Roy… Kenapa kau begitu gegabah….” ucap Anri, seraya meletakkan kantong coklat yang ia bawa di atas meja tepat di samping Roy yang tengah terbaring koma.
314Please respect copyright.PENANAkIyxTxEzx3
Anri tertunduk lesu di samping Roy yang sama sekali tak bergeming itu dengan tatapan sedih, hatinya dilanda badai saat ia bersama Roy. Selama seminggu ini, ia secara rutin mengunjunginya … dan terus memperhatikannya yang terlihat menyedihkan dengan seluruh luka di tubuhnya itu.
314Please respect copyright.PENANAXH4XM6hRrz
“Megumi…. Maaf…. Maafkan aku…..” isak Anri yang tiba-tiba saja menangis, memikirkan almarhum Megumi suaminya.
314Please respect copyright.PENANAHdyv3EPkfS
Untuk mengakhiri hubungannya dengan Roy, Anri harus menunggu Roy untuk bangun dari komanya—meskipun berat, tapi ia harus melakukannya agar tak meninggalkan penyesalan lagi di kemudian hari. Meskipun dalam hatinya ia sangat mencintai Roy, tapi perasaannya menolaknya untuk berpadu kasih dengannya.
314Please respect copyright.PENANAGcl2DSIjki
Ketika Anri tengah termenung, sebuah keajaiban terjadi … Roy yang hampir tak menunjukakan reaksi apa pun selama ini—tiba-tiba saja mulai sedikit bergerak. Perlahan, Roy membuka kelopak matanya yang sayu, lalu melirik Anri yang tengah terisak di sampingnya.
314Please respect copyright.PENANAqnFTD1CZth
“Anri….” ucap Roy singkat, yang langsung membuat Anri tersadar.
314Please respect copyright.PENANAU8xnyix9sx
“Roy….”
314Please respect copyright.PENANAGTuJ0f2Ov3
Reflek, Anri merangkul Roy yang baru sadar dari komanya itu sambil menangis meluapkan segala emosinya selama ini. Roy hanya diam saat Anri merangkulnya dengan kuat, sambil menunggunya dengan pandangan mati.
314Please respect copyright.PENANAnF9whQA0Hp
“Roy…. Ada sesuatu yang harus aku katakan padamu….” ucap Anri setelah puas, meluapkan rasa sedihnya, dan sambil menyeka air mata di pipinya.
314Please respect copyright.PENANA6RhwXh39aa
Roy tersenyum simpul, Anri pun mulai mengatakan maksudnya untuk mengakhiri hubungannya dengannya—sementara Roy hanya mendengarnya dengan pandangan menunduk seperti diliputi oleh beban berat.
314Please respect copyright.PENANAVBk1w9MaqB
“Begitu ya…. Maafkan aku…. Anri….” kata Roy dengan mata berkaca-kaca, tak menyangka akan mendengar Anri yang ingin memutuskannya.
314Please respect copyright.PENANAM81vZqCRnx
Namun, Roy sama sekali tak marah atau pun protes dengan keputusan Anri—dalam hatinya ia tak ingin berpisah dengan Anri—tapi Roy sadar diri, kalau jika ia paksakan perasaannya hanya akan membuat Anri tambah sedih dibuatnya.
314Please respect copyright.PENANAEPw3MHn2mc
“Maafkan aku Roy….” ungkap Anri penuh ketulusan.
314Please respect copyright.PENANAjliPm5HHie
“Tak apa Anri, kau pantas mendapatkan pria yang lebih baik dariku. Kedatanganmu saja dihidupku sudah menyelamatkanku, terima kasih atas semua yang kau berikan padaku selama ini. Di mana pun kau, dan bersama siapa pun dirimu—aku akan selalu mendoakan yang terbaik untukmu.”
314Please respect copyright.PENANAaEiOXqc3Ci
“Roy….”
314Please respect copyright.PENANAshnQpxhJ8e
Mereka kembali berpelukan, kali ini Roy balas merangkul Anri—keduanya saling berbagi kehangatan untuk waktu yang lama. Hingga akhirnya Anri mulai menyosor bibir Roy yang berkoreng itu dengan bibir merah mudanya. Keduanya berciuman untuk terakhir kalinya, sampai itu memacu kembali nafsu liar di antara mereka.
314Please respect copyright.PENANAyKYxwYuWQS
“Roy, kau mau?” tawar Anri.
314Please respect copyright.PENANAut3dUgB21J
Roy hanya mengangguk dengan wajah memerah, lalu kembali menyosor Anri, dan mulai meraba dua payudaranya yang besar itu dengan kedua tangannya. Anri tak melawan, ia malah membuka kedua payudaranya itu pada Roy tanpa ragu.
314Please respect copyright.PENANAlHMlWRSR5d
Mereka berdua kembali berciuman, dan beradu lidah sampai akhirnya kebablasan dengan Roy berada di bawah sementara Anri berada di atas. Karena Roy baru bangun dari koma, Anri berinisiatif untuk mengambil posisi cowgirl untuk memuaskan Roy.
314Please respect copyright.PENANAUJyoJtecI2
“Ughhh…. Aahhh….”
314Please respect copyright.PENANAPps3ztVwn2
Anri mendesah pelan saat kontol Roy menembus masuk dalam vaginanya yang tak tersentuh sejak saat itu. Perlahan nafsu mulai mengendalikan Anri, ia pun mulai menaik turunkan pinggulnya memakan kontol Roy, sambil memainkan dua payudaranya yang tersingkap.
314Please respect copyright.PENANAj4mBzXh8s1
“Ughhh! AAAhh! Ohhh! AAAhhh! Roy! Roy!”
314Please respect copyright.PENANAf2lK1Unkte
Anri semakin cepat menggoyang kontol Roy hingga membuat kasur ikut bergoyang karenanya, Roy yang sudah tak tahan mengcengram pinggul Anri, dan menusukkan semakin dalam kontolnya ke rahim Anri. Dengan irama yang sama, keduanya keluar secara bersamaan, dan Roy pun membuahi Anri dengan spermanya.
314Please respect copyright.PENANAkybpkJdWVi
“Hahhh! Hooshh! Hahh!”
314Please respect copyright.PENANAB9sIDoNybn
Keduanya ngos-ngosan setelah pergenjotan singkat itu, sebagai bonus Anri kembali mencium Roy yang terlihat tak berdaya di bawahnya dengan posisi kontol masih tertancap di memeknya. Setelah memberi jatah untuk terakhir kalinya itu, Anri merapikan pakaiannya—menyeka sisa peju di bibir vaginanya, lalu pergi meninggalkan Roy sendirian dengan keadaan kontol masih berkontraksi akibat persetubuhan sebelumnya.
314Please respect copyright.PENANAXB62mzRR8n
“Selamat tingal Roy,” kata terakhir Anri sebelum ia pergi untuk selama-lamanya dari hadapan Roy.
314Please respect copyright.PENANAL2gDh2w51c
Bruuk!
314Please respect copyright.PENANAvFGB0T61CL
Begitu pintu tertutup, air mata Roy sudah tak bisa terbendung lagi … tangisan kesedihan tak dapat lagi ia tahan. Seperti anak kecil, Roy menangis tersedu-sedu mengangisi kepergian Anri yang begitu cepat. Mendengar tangisan Roy, suster yang berjaga di luar tiba-tiba masuk—dan terkejut bukan kepalang melihat Roy yang sudah siuman dengan celana tersingkap, dan kontol berdiri tegak.
314Please respect copyright.PENANAEHo7rMsVsh
“Kyaaaaa!” suster itu langsung berteriak keras, lalu memanggil polisi yang memang ditugaskan di sana untuk menunggu Roy siuman.
314Please respect copyright.PENANAt2XsCBC5QO
Beberapa saat kemudian polisi datang, dan mulai melakukan interogasi pada Roy yang batinnya terguncang akibat ditinggal Anri. Tanpa kebohongan, Roy menjawab semua pertanyaan yang ditunjukkan padanya, dan mengakui seluruh dosanya pada polisi yang menginterogasinya.
314Please respect copyright.PENANAuS96O4XELm
“Pak Polisi yang kulakukan itu tak bisa dimaafkan, kumohon berilah hukuman paling berat untukku,” ungkap Roy yang merasa harus mendapat balasan atas semua perbuatannya selama ini karena telah membuat Anri sedih.
314Please respect copyright.PENANAJ0XlAAJ4y7
“Sesuai pasal yang berlaku, kau bisa saja dijatuhi hukuman mati kalau kau mengakui semuanya. Apa kau tak keberatan dengan itu?” tanya polisi yang meragukan kesanggupan Roy.
314Please respect copyright.PENANA5F5iFSZx5c
Mendengar hal itu, Roy hanya tersenyum simpul sembari berkata, “Tampaknya hukuman mati tak buruk juga, setidaknya itu cukup untuk menebus dosaku selama ini. Mana bisa aku hidup di dunia ini tanpa adanya dirinya….”
314Please respect copyright.PENANArHVy12PiQe