
Hitomi tersipu mendengar pernyataan Megumi, untuk pertama kali dalam hidupnya ada pria yang mau melindungi kehormatannya meski hanya sekedar hubungan atasan dan bawahan. Hitomi tersenyum melihat Megumi yang terlihat gusar meski bilang ingin melindunginya, Hitomi pun memunculkan tubuhnya, lalu bersandar di bahu Megumi yang membuka dengan payudara sedikit mengambang.
881Please respect copyright.PENANAWk4ejJgIrA
Megumi berusaha memalingkan muka dari dada Hitomi yang seperti buah terlarang baginya, sambil terus menghitung dari satu sampai seratus untuk menjaga fokusnya. Hitomi semakin berani menempelkan payudaranya yang besar berukuran O cup ke dada Megumi hingga membuat adiknya yang berada di bawah langsung berdiri tegak.
881Please respect copyright.PENANAKB1vAyZ44U
"Syukurlah.... Kamu masih nafsu sama aku," ucap Hitomi sambil mengamati kontol Megumi yang ngaceng di balik uap air.
881Please respect copyright.PENANAF8EeKRjPe0
"Hitomi, apa yang kau lakukan!? Kita sedang diperhatikan!" bisik Megumi yang khawatir melihat tatapan sinis keempat pria paruh baya yang tertuju padanya.
881Please respect copyright.PENANAbhwH6aNZL7
"Emangnya kenapa? Mereka gak ganggu kita 'kan?" bisik Hitomi sambil meraih kontol Megumi yang berdiri tegak di dalam air dengan tangan kanannya.
881Please respect copyright.PENANAGGJKVYOjQt
"Hitomi!?" pekik Megumi, panik.
881Please respect copyright.PENANAH12FXI3bpy
"Kamu kenapa sih, selalu menghindar dariku .... bukannya kamu janji bakalan jadi teman seksku!?"
881Please respect copyright.PENANAo3yt7eIOUU
Hitomi mulai mengocok kontol Megumi perlahan hingga menimbulkan sedikit percikan air, Megumi berusaha menahan suaranya—agar para pria yang berada di depannya tak curiga sambil berusaha menjauhkan tangan Hitomi darinya.
881Please respect copyright.PENANAzgYu1d0bdS
"Hitomi, hentikan! Cukup!" seru Megumi sembari menyingkirkan tangan Hitomi dari kontolnya.
881Please respect copyright.PENANAMzoSWV2cJX
Hitomi menggigit bibir, ia tak menyerah—sekejap setelah Megumi menepis tangannya, tangan Hitomi langsung bergerak menangkap dua bijinya. Megumi mengeram saat Hitomi mulai memijit-mijit dua biji sambil berusaha bergerak ke atas kontolnya.
881Please respect copyright.PENANATloQj9X2Hg
"Nikmati aja, Megumi sayang ... kamu rindu kan kocokanku?" bisik Hitomi ke telinga Megumi.
881Please respect copyright.PENANAC5Q5A7juQ8
"Hitomi! Aaarrghhh! Arrggg!" eram Megumi ketika Hitomi makin kencang mengocok kontolnya.
881Please respect copyright.PENANAlAqScaT2Q5
Gerakan tangan Hitomi benar-benar hebat, dia sangat terlatih dalam merangsang bagian-bagian sensitif kontol Megumi hingga membuatnya crot dengan cepat. Megumi mengeram lalu menyikap Hitomi dengan tangan kirinya saat pejunya keluar hebat, dengan napas tersengal-sengal Megumi menatap Hitomi yang tengah horni dengan tatapan marah.
881Please respect copyright.PENANA0PE5sMMLVa
"Bukannya kubilang jangan! Kau itu selalu saja menuruti nafsumu lebih dari apa pun! Selalu saja begitu, Hitomi kau bisa tidur dengan pria mana pun yang kau mau selama kau sange tak perduli siapa dia, dan bagaimana perasaan orang-orang yang menyukaimu. Kau benar-benar wanita lacur, Hitomi."
881Please respect copyright.PENANAnciii9coxB
Seusai berkata Megumi langsung mentas dari dalam pemandian dengan kontol setengah keras, dan lendir masih melekat—Megumi langsung pergi meninggalkan Hitomi yang terkejut atas tindakannya. Begitu Megumi keluar, Hitomi langsung menyusulnya—cepat-cepat ia berpakaian tanpa mengenakan dalaman hanya menggunakan kimono pink milik penginapan.
881Please respect copyright.PENANAS2ZkXkh0RU
"Megumi! Megumi!" panggil Hitomi saat sosok Megumi hilang dari pandangannya.
881Please respect copyright.PENANAFHyBrJ7zbg
Brakk!
881Please respect copyright.PENANAa1kpRVVwix
Hitomi menggebrak dinding kayu penginapan hingga menimbulkan suara keras, matanya bersungut-sungut penuh kemarahan mengingat penghinaan Megumi padanya. Di sisi lain hatinya merasa terluka saat Megumi mengucapkan kalimat tersebut, sekali lagi Hitomi diranda kegalauan yang membuat moodnya hilang.
881Please respect copyright.PENANA4LQ0OewKg8
"Mungkin satu-satunya cara adalah menggunakan obat itu, Megumi.... Megumi..... Aku pasti mendapatkanmu," seru Hitomi sambil mengepalkan tangan, lalu berjalan menuju kamarnya.
881Please respect copyright.PENANALNy6ZjXlcy
*****
881Please respect copyright.PENANAf0JNeYAZLh
Megumi tak langsung kembali ke kamarnya setelah perselisihannya dengan Hitomi, ia menuju ke ruang istirahat penginapan—membeli sebungkus rokok, lalu nyebat di luar penginapan. Kala itu sore hari, Megumi menatap sunrise indah dari balkon penginapan di lantai dua sambil merokok membayangkan godaan Hitomi.
881Please respect copyright.PENANAw2lEoQQseO
"Eh, Tuan? Kenapa kau ada di tempat seperti ini?" sapa seorang pria kulit hitam yang datang bersama seorang wanita cantik dengan wajah blasteran.
881Please respect copyright.PENANAkMRGi9XmAb
Sembari tersenyum, Megumi menjawab, "Sebat, Bang. Kau juga mau?"
881Please respect copyright.PENANAvLsfuEoubM
Pria kulit hitam itu tersenyum, lalu menerima rokok Megumi dengan senang hati. Wanita yang berada di sampingnya terlihat tak nyaman berada di sana, tapi pria kulit hitam malah memilih duduk, dan merokok bersama Megumi. Wanita itu tak pergi, dengan terpaksa dirinya berada di sana menyaksikan dua pria itu ngudut, dan mengobrol santai tanpa mengajak dirinya.
881Please respect copyright.PENANAyvAoJ6burg
Dari obrolannya dengan pria kulit hitam itu, Megumi akhirnya tahu nama pria kulit hitam itu adalah viktor seorang mahasiswa dari Tokyo, dan wanita yang bersamanya bernama Kurumi. Megumi dan Viktor terlihat cukup akrab meski mereka baru pertama kali bertemu, Viktor yang supel, dan mudah diajak bercanda membuat Megumi nyaman bicara padanya.
881Please respect copyright.PENANAoAgeK5SJ3Z
"Viktor! Kau di sini?" seru pria kulit hitam beryukata yang tadi mengantar Megumi ke kamarnya.
881Please respect copyright.PENANA3pJ4VbwYQg
"Oh, Mikael! Kebetulan sekali! Sini!" seru Viktor memanggil pria kulit hitam tadi.
881Please respect copyright.PENANAKW5obryyqo
Mikael pun langsung menuju ke arah mereka, bersalaman dengan Kurumi, dan Megumi lalu duduk bersama mereka. Dari yang Megumi tahu, Viktor dan Mikael adalah teman masa kecil yang terpisah saat orangtua Mikael memutuskan pindah ke Jepang. Viktor adalah seorang mahasiswa jurusan perfilman, ia datang ke jepang untuk meneliti film jepang.
881Please respect copyright.PENANA2PdZnsyEaO
"Em, Viktor kalau boleh tahu ... film seperti apa yang sedang kau teliti itu?" tanya Megumi penasaran.
881Please respect copyright.PENANAQliHkcuDaM
Viktor tersenyum, lalu melirik Kurumi yang terlihat tak nyaman dengan obrolan mereka.
881Please respect copyright.PENANAvNZyZyDmYa
"Javanese Adult Video, alias JAV. Industri besar yang menyumbang pendapatan paling besar di negara ini. Aku datang ke sini untuk membuat film JAV bersama Mikael sambil reuni," jawab Viktor.
881Please respect copyright.PENANAdu8YeIpYv4
Megumi tersentak kaget, ia tak menyangka akan bertemu orang seperti Viktor di tempat seperti ini. Cepat-cepat ia melirik Kurumi, dan menelan ludah menyadari keterlibatan Kurumi dengan Viktor.
881Please respect copyright.PENANA9KYiwOhEEn
"Viktor jangan bilang....." ucap Megumi ragu, sambil menatap Kurumi yang terlihat menunduk malu.
881Please respect copyright.PENANAs8Y8fvWhLT
"Tentu, kawan! Dia akan menjadi actressnya, kalau kau mau ... bisa juga kau ikut, kawan. Semakin banyak orang semakin baik! Ahahaha!"
881Please respect copyright.PENANAj5PFR723wP
"Kau punya selera yang buruk bro, Hahaha!" timpal Mikael.
881Please respect copyright.PENANABDHhuxwIWH
Sekali lagi Megumi menatap Kurumi yang terlihat tak nyaman dengan obrolan mereka, wajah cantik, dan hidung mancung menjadi daya tariknya. Meski ukuran dada tak sebesar Anri atau pun Hitomi, tapi cukup lah untuk sekedar diremas-remas oleh tangan Megumi yang sangat menyukai tetek itu.
881Please respect copyright.PENANArhlbgnjH5N
"Memang boleh? Kita 'kan baru kenal beberapa saat lalu," kata Megumi, mengkonfirmasi.
881Please respect copyright.PENANATVQZ2a4asF
Viktor tersenyum, ia menatap Kurumi yang sejak tadi menunduk, lalu menjambak rambut hitam panjangnya, dan menolehkan Kurumi pada Megumi.
881Please respect copyright.PENANAmKrSBqr7UI
"Kamu gak keberatan 'kan ... Kurumi sayang...." Ucap Viktor dengan tatapan mengintimidasi.
881Please respect copyright.PENANAsx5i5xPh5N
Kurumi mengangguk dengan mulut bergetar ketakutan melihat tatapan Viktor, ia menoleh ke arah Megumi yang akan menjadi lawan mainnya nanti sambil menunduk membayangkan ketiga kontol mengisi ketiga lubangnya.
881Please respect copyright.PENANAIMATZUVqXP
"Kawan, meskipun terlihat pendiam seperti ini ... sebenarnya Kurumi itu sangat binal. Kalau kau berminat, nanti malam kami akan membuat film di kamarku, akan kuberi kau nomernya, kau bisa datang sendiri atau mengajak kenalanmu kalau kau mau." Kata Viktor sembari secarik kertas berisikan nomor teleponnya pada Megumi.
881Please respect copyright.PENANABU7lN3yrJu
"Kami menunggumu, kawan. Kalau kau berkenan kau juga bisa mengajak gadismu ikut, hahahaha! Canda!" celutuk Mikael yang membuat keadaan menjadi canggung.
881Please respect copyright.PENANAjBc8iyMtS0