
Megumi mencium bibir Anri sebelum ia berangkat ke rumah Tuan Shigeo, ia menyuruh agar Anri tak bekerja terlalu keras lagi, dan berjanji akan selalu pulang untuk membuatkan makanan untuknya. Megumi dijemput oleh ajudan Tuan Shigeo menggunakan sebuah benz hitam, ajudan Tuan Shigeo memberi Megumi kesempatan untuk mencoba benz hitam yang akan menjadi tanggung jawabnya nanti.
2141Please respect copyright.PENANArhqnZkldbO
"Hati-hatilah dalam mengendarainya, ini mobil favorit, Tuan." Jelas ajudan tersebut saat Megumi hendak berbelok ke sebuah tikungan.
2141Please respect copyright.PENANAISfXNLCjof
Megumi menelan ludah, secara perlahan ia putar kemudi mobil untuk menghindari benturan. Benz hitam itu melaju pelan melewati toko permen Shotaro, dan berhenti tepat di pekarangan rumah Tuan Shigeo yang luas.
2141Please respect copyright.PENANAkxoNmlkvvM
"Oh Pak Takanashi kau datang," sambut Hitomi begitu Megumi baru menapakkan kakinya.
2141Please respect copyright.PENANAjwwYHhRR9x
"Nyo-Nyonya Hitomi, senang bertemu denganmu," ucap Megumi sembari membungkuk.
2141Please respect copyright.PENANALy9eV8Ttd8
Setelah menyapa Hitomi, Megumi pun di bawa menemui Tuan Shigeo yang tengah meminum tonic di ruang kerjanya. Setelah supir pribadi barunya datang, Tuan Shigeo langsung memberikannya pekerjaan untuk mengantarnya ke luar desa.
2141Please respect copyright.PENANAbmL0Ht8HrF
Tanpa persiapan Megumi memulai pekerjaan pertamanya dengan lancar, ia mengantar Tuan Shigeo ke sebuah panti asuhan yang letaknya tak jauh dari desa. Tuan Shigeo menyuruh Megumi untuk menunggunya hingga selesai, dan setelah tiga jam Tuan Shigeo keluar dari panti asuhan itu bersama seorang anak laki-laki berambut hitam.
2141Please respect copyright.PENANAhY2Nml9Wgz
Dari kejauhan Tuan Shigeo terlihat memanjakan anak laki-laki itu dengan cara mengelusnya, setelah mengucap beberapa kata pada pengasuh yang merawat anak itu—Tuan Shigeo kembali ke mobilnya. Ia langsung menyuruh Megumi untuk kembali ke kediamannya, wajah Tuan Shigeo tampak sedih ketika mobil semakin melaju kencang meninggalkan panti asuhan itu.
2141Please respect copyright.PENANAUqjMSiEXV0
"Nak Takanashi, boleh aku memanggilmu Megumi," ucap Tuan Shigeo tiba-tiba.
2141Please respect copyright.PENANAI6EWjK7eGG
Megumi deg degan, ia melirik Tuan Shigeo dari spion depan, lalu mengangguk.
2141Please respect copyright.PENANAVQ1McpSBIL
"Kau mengingatkanku pada anakku yang bodoh, Megumi. Kalau dia masih hidup mungkin dia seumuranmu sekarang."
2141Please respect copyright.PENANAIRhpmRjMJ5
".... Aku turut berduka cita atas putramu, Tuan Shigeo. Maaf aku mengingatkanmu padanya."
2141Please respect copyright.PENANAUn3Qp8ltdP
"Tak masalah, Megumi. Lagipula itu sudah lama berlalu, kuharap kau betah menjadi sopir pribadiku."
2141Please respect copyright.PENANAcxf3ZDOh0J
Suasana mulai hening, Megumi merasa canggung untuk menggali masa lalu Tuan Shigeo lebih jauh. Setelah berkendari selama lebih dari 30 menit akhirnya mereka sampai di rumah Tuan Shigeo tepat pukul 5 sore. Setelah mengantar Tuan Shigeo turun, Megumi langsung bergegas ke rumahnya menggunakan mobil benz hitam Tuan Shigeo. Setelah memarkirkan mobil di halamannya, buru-buru Megumi memencet bel rumahnya—sambil memanggil Anri.
2141Please respect copyright.PENANADX62IrNKXn
"Sayang! Sayang! Aku pulang! Sayang!" seru Megumi namun tak ada jawaban dari dalam rumah.
2141Please respect copyright.PENANAGMz5JPcNRH
Hampir saja Megumi mengira kalau istrinya itu sedang tidur pintu rumahnya tiba-tiba terbuka, dan sesosok wanita berdada besar membuat Megumi terkejut. Hitomi lah yang membukakan pintu untuknya, ia melirik ke dalam memastikan ada atau tidaknya Anri di dalam, sebelum bertanya pada Hitomi.
2141Please respect copyright.PENANAq7AtY8w3Th
"Nyonya apa yang kau lakukan di rumah kami?" tanya Megumi curiga.
2141Please respect copyright.PENANARbFtX5CA9C
Hitomi tersenyum, ia lalu menyeret Megumi masuk ke dalam rumah, dan langsung mengunci pintu. Megumi mundur beberapa langkah ke belakang sambil terus memanggil Anri, berusaha menjaga jarak dari Hitomi yang terus mendekatinya.
2141Please respect copyright.PENANA2KvtHPTeix
"Shttt.... Diamlah, Megumi. Anri sedang tidur, ia terlalu mabuk untuk bisa bangun," ucap Hitomi sambil menempelkan telunjuknya di bibirnya yang sensual.
2141Please respect copyright.PENANA6bC29I2RjN
Jantung Megumi berdegup kencang saat Hitomi tiba-tiba merangkulnya, kedua tetek besar yang kenyal ia menghimpit dada Megumi dari depan, sementara kedua tangan Hitomi meremas-remas pantat Megumi.
2141Please respect copyright.PENANAfp2yTIjvyS
"Nyonya, kumohon hentikan," tolak Megumi pelan.
2141Please respect copyright.PENANA71QAgYRhrI
Hitomi tak berhenti ia makin gemas meremas-remas dua bongkahan pantat Megumi, dan menggesekkan teteknya ke dada Megumi. Setelah puas meremas pantat Megumi, tangan Hitomi lalu bergerak melepaskan celana panjang Megumi hingga kini tersisa celana dalam.
2141Please respect copyright.PENANAxw1wtOK6ww
Megumi mendesah saat kontolnya yang ngaceng di genggam Hitomi dari luar celana dalamnya, lutut Megumi menjadi goyah—karena pijitan ringan Hitomi di kontolnya. Setelah puas memainkan kontol Megumi, Hitomi melepas kancing bajunya satu persatu hingga tetek besarnya yang tak tertutup bh itu keluar dari sarangnya.
2141Please respect copyright.PENANAKWKMQ7EuTU
Megumi terkejut dengan kemunculan dua gunung raksasa itu, dan menjadi semakin horni. Tetek besar adalah kesukaan Megumi, ia memiliki ketertarikan tinggi pada wanita berpayudara besar.
2141Please respect copyright.PENANA0eAjI2PApj
"Shhhtt— jangan keras-keras, nanti Anri bangun," bisik Hitomi sambil mengelus-elus kontol Megumi dengan tetek terbuka.
2141Please respect copyright.PENANAwjioFCEbwG
"Ahh, Nyonya. Aku—" eram Megumi, masih berusaha untuk menahan gejolak nafsunya yang mulai tak terkendali.
2141Please respect copyright.PENANAqy1Vx9KbGT
"Kamu ini, mulut sama kontolnya gak sepikiran. Lihat nih, kontolmu sudah ngaceng parah, kamu yakin tetep mau nolak," goda Hitomi, sambil kembali mengurut kontol Megumi.
2141Please respect copyright.PENANAGmy4FXXO0y
Megumi menggeleng, aroma tetek besar Hitomi yang seperti buah terlarang itu terus menggodanya. Ia ingin sekali meremas, mengenyot, dan menjilati tetek besar itu dengan lidah serta mulutnya.
2141Please respect copyright.PENANAP2UjIkTdHJ
"Nyo-Nyonya.... Ak-Aku.... Nyonya.... Berikan aku tetekmu...." gumam Megumi yang mulai kalah dengan nafsunya.
2141Please respect copyright.PENANA2TceCIvv71
Hitomi tersenyum, ia lalu menggandeng Megumi ke ruang tamu, dan mendudukkannya di sofa. Hitomi melepas pakaiannya, minyisakan rok pendek yang tak cukup untuk menutupi pahanya yang berisi.
2141Please respect copyright.PENANA7lJQN2lRGA
"Rileks, Megumi Sayang. Habis ini kau akan merasa enak, tapi sebelum itu bisa kau tunjukkan penis kokohmu padaku," ucap Hitomi yang telah bertelanjang dada sambil memengangi kedua teteknya.
2141Please respect copyright.PENANAGOLund846H
Seperti terhipnotis, Megumi melepaskan celana dalamnya secara perlahan hingga kontolnya yang ngaceng itu keluar seperti peer. Hitomi menganga melihat kontol Megumi yang ukurannya tak jauh beda dengan suaminya itu, menggunakan tangan kanan—Hitomi meraih batang kontol Megumi, lalu mengocoknya.
2141Please respect copyright.PENANAjAAQtfPP8B
"Aarhhhh..... Ahhhh..... Ahh..... Nyonyaa......" racau Megumi merasakan nikmatnya kocokan Hitomi.
2141Please respect copyright.PENANArDhPd0jlZ5
Hitomi tersenyum menatap ekspresi Megumi yang merem melek nikmat, sebelum peju Megumi keluar Hitomi buru-buru menghentikan kocokannya. Hitomi mendekatkan mulutnya ke arah kontol Megumi yang tetap kokoh itu, lalu menjilatinya seperti es krim dari pangkal sampai ke ujung.
2141Please respect copyright.PENANAiY17Cksj0e
"Ahhh..... Nyonya— Ahhh......"
2141Please respect copyright.PENANA84cBBhMyoK
Megumi mengejang saat kepala kontolnya ditelan oleh mulut Hitomi, ia tak menyangka kalau istri bosnya akan mengulum kontolnya seperti seorang pelacur. Mulut Hitomi bergerak maju-mundur menelan kontol Megumi sambil terus menyedotnya, rangsangan yang diberikan Hitomi akhirnya membuat Megumi mencapai puncaknya.
2141Please respect copyright.PENANAaBl1Sb5cf4
"Aahhhgghhrr.... Nyonya..... Aku.... Aku keluaaarrr......"
2141Please respect copyright.PENANA4aEzBy2AYr
Crooot! Crooot Croot!
2141Please respect copyright.PENANAHx2NdqWYgU
Tiga tembakan peju memenuhi mulut serta kerongkongan Hitomi, cepat-cepat Hitomi melepas kontol Megumi, lalu mengumpulkan peju Megumi di kerongkongannya.
2141Please respect copyright.PENANASoGLcWLK5w
"Mlaaaa....."
2141Please respect copyright.PENANAxVrjpTgKmL
Hitomi menunjukkan tumpahan sperma Megumi di kerongkongannya pada Megumi, lalu menelan semuanya hingga tak bersisa. Mulut Hitomi belepotan sperma, namun hal itu sama sekali tak mengurangi kecantikannya, setelah menyeka peju di mulutnya—Hitomi kembali bermain dengan kontol Megumi.
2141Please respect copyright.PENANArJQLxc23nh
"Terima kasih atas makanannya, sebagai hadiah akan kuberikan kau sanwitch tetek," kata Hitomi sambil memainkan teteknya dengan kedua tangannya.
2141Please respect copyright.PENANAUnlyupOvaW