
"Ehh, jadi Anri seorang designer ya. Kamu pasti terkenal," puji Hitomi di sela makan siang mereka bertiga.
2512Please respect copyright.PENANAKey3A9Qsc1
"Tidak, itu gak seberapa—aku gak seterkenal itu," ungkap Anri malu-malu.
2512Please respect copyright.PENANALiLYQ2nJAO
"Kapan-kapan boleh kulihat pakaian buatanmu?"
2512Please respect copyright.PENANAFF0Spx2XtF
"Tentu Hitomi, kamu bisa melihatnya kapan pun kamu mau."
2512Please respect copyright.PENANAL43HjC2bjR
Megumi termenung menatap belahan dada Hitomi yang tepat berada di depannya, Hitomi dan Anri bicara saling menghadap dengan Megumi duduk di samping Anri. Saat sadar kalau Megumi menatap belahan dadanya, Hitomi sedikit terkejut—namun tetap membiarkan lelaki beristri itu untuk menikmati pemandangan indah gunung kembarnya.
2512Please respect copyright.PENANAK04aOqbVkg
Hitomi tersenyum tipis, pura-pura ia menunduk untuk mengambil sup sayur yang ada di depan Megumi. Ketika Hitomi menunduk, belahan payudara besarnya makin terlihat jelas di depan mata Megumi yang sudah ereksi berat. Hitomi melirik Megumi dengan tatapan nakal, secara sengaja ia tumpahkan sup yang baru saja ia ciduk ke pakaiannya hingga membuatnya basah.
2512Please respect copyright.PENANAGIR7bVVwQx
"Aaahh, jadi basah....." ucap Hitomi sambil menyeka tumpahan sup di pakaiannya.
2512Please respect copyright.PENANAS8TtV2KU6X
"Ya ampun Hitomi, mau kuambilkan handuk?" tawar Anri panik.
2512Please respect copyright.PENANAuq2GZY3cnT
"Hmm, tidak usah, Anri. Hal seperti ini pasti akan cepat kering."
2512Please respect copyright.PENANAVp5sIQtqD3
"Tidak bisa begitu, Hitomi. Kau pakaianmu sangat basah, biar kuambilkan handuk atau pakaian ganti."
2512Please respect copyright.PENANArU7taCQHFI
Tanpa menunggu persetujuan Hitomi, Anri buru-buru pergi ke kamarnya meninggalkan Megumi, dan Hitomi berduaan. Sesaat setelah Anri pergi, tiba-tiba kaki jenjang Hitomi meraih gundukan daging keras di antara paha Megumi.
2512Please respect copyright.PENANAAwwfbBa258
"Ughhh!"
2512Please respect copyright.PENANAIgGUTk9LtS
Megumi tersentak saat telapak kaki Hitomi mengelus-elus batangnya yang berdiri, ia tergagap tak mampu berkata-kata sambil menatap Hitomi yang makin berani menggodanya.
2512Please respect copyright.PENANAVXWL7xyk0G
"Shttt... Punyamu, lumayan besar. Jadi tak sabar ingin melihatnya," bisik Hitomi.
2512Please respect copyright.PENANAJ7wtt6BPcZ
Beberapa detik kemudian Anri kembali dengan sebuah handuk, dan sweeter miliknya yang sudah lama tak ia pakai. Anri menyerahkan handuk tersebut pada Hitomi yang secara reflek menghentikan elusan kakinya dari batang Megumi.
2512Please respect copyright.PENANAcAZmHvO66m
"Terima kasih, Anri. Maaf sudah merepotkanmu," kata Hitomi, membasuhkan handuk ke pakainnya yang basah.
2512Please respect copyright.PENANAK8cesBgJQK
"Sa-sayang, boleh aku ke kamar kecil," potong Megumi yang kontolnya sudah sangat keras.
2512Please respect copyright.PENANAXQaFj1BSL9
Anri menggangguk, Megumi langsung berjalan cepat ke dalam kamar mandi. Cepat-cepat Megumi melepas celana disertai celana dalamnya hingga kontolnya yang sudah sangat keras itu terbebas dengan urat berkedut.
2512Please respect copyright.PENANARWSaxI1nCd
"Ahhh, ahhh, ahhh....."
2512Please respect copyright.PENANAj85gJIJSS8
Secara naluri Megumi ngocok sambil membayangkan dirinya bercinta dengan Hitomi, tak perlu menunggu waktu lama Megumi langsung crot. Megumi melihat pejunya sendiri yang kental di tangan kanannya dengan perasaan bersalah sekaligus menyesal.
2512Please respect copyright.PENANAnw6CugxAXJ
'Aku pria yang buruk, padahal istriku ada di sini. Tapi aku malah ngocok membayangkan wanita lain,' batin Megumi penuh penyesalan.
2512Please respect copyright.PENANANCA8hHyusm
Setelah membasuh kontolnya dengan tisu hingga bersih, Megumi bergegas kembali dengan tatapan lesu. Di sana ia melihat Hitomi telah berganti pakaian menggunakan sweeter biru muda milik Anri, sweeternya yang kecil membuat lekukan tubuh Hitomi tergambar jelas.
2512Please respect copyright.PENANApB0XPKG5PI
"Sayang, kenapa kau terlihat lesu? Dan bau apa ini?" tanya Anri penasaran.
2512Please respect copyright.PENANASCN41gHWql
"Aku sedang tak enak badan, maaf Sayang. Sepertinya aku perlu istirahat," jawab Megumi sambil berpaling dari pandangan Hitomi yang seakan menelanjanginya.
2512Please respect copyright.PENANAeJxnYZdho4
"Jangan memaksakan diri, Sayang. Aku tahu kau kepala rumah tangga di rumah ini, kau sudah bekerja begitu keras sebelumnya. Kumohon jangan memaksakan diri lagi untukku."
2512Please respect copyright.PENANAbWfd26fpWW
Megumi tersenyum ia mengelus kepala istrinya yang polos itu, lalu mengecup keningnya—hal itu dilakukan tepat dihadapan Hitomi—membuat Anri tersipu karena malu.
2512Please respect copyright.PENANAkkrSlAuGb4
"Sayang, apa yang kau lakukan!?" seru Anri tak siap dengan kecupan mendadak Megumi.
2512Please respect copyright.PENANAAvXaOGYjBx
"Kenapa Sayang, aku hanya ingin mengecupmu," Megumi sambil melirik ekpresi wajah seperti apa yang akan ditunjukkan Hitomi.
2512Please respect copyright.PENANAncYue5TVXj
"Kalian pasutri yang mesra, aku jadi iri pada kalian," potong Hitomi yang sama sekali tak terlihat menyerah atau pun cemburu di wajahnya.
2512Please respect copyright.PENANAx0VT4rwn86
"Eh, gak begitu. Kami—" ucap Anri terbata-bata.
2512Please respect copyright.PENANAYwcUdfN1IB
"Maaf telah mengganggu kebersamaan kalian, terima kasih pakaian gantinya. Besok akan kukembalikan," kata Hitomi sembari mengambil kantung berisi pakaiannya yang basah tadi.
2512Please respect copyright.PENANA4QuyEEI0wq
Hitomi pulang setelah bertukar kontak dengan Anri, keduanya terlihat cocok satu sama lain, serta memiliki berbagai kesamaan yang sama.
2512Please respect copyright.PENANAklVLulqUMt
*****
2512Please respect copyright.PENANAw8K3jOg4cF
Dua hari setelah kunjungan Hitomi ke rumahnya, Anri mendadak demam tubuhnya begitu panas hingga membuat kompres di kepalanya langsung kering. Megumi langsung menghubungi Eiji untuk memandu mereka ke klinik satu-satunya yang berada di desa. Pemilik klinik tersebut adalah seorang dokter wanita berambut cepak bernama Mio.
2512Please respect copyright.PENANAWkcin8ulH2
Berkat perawatan Mio, dan setelah di beri obat olehnya keadaan Anri kembali membaik, melihat Anri yang deman karena bekerja terlalu keras semakin menampar harga diri Megumi. Dari ruang perawatan ia melihat Anri yang tengah mengupas apel, dan mengobrol santai dengan Mio.
2512Please respect copyright.PENANANsJ6aOhOUt
"Nak Azunashi, tentang info loker yang kau minta, aku sudah mendapatkannya," kata Eiji membuyarkan lamunan Megumi.
2512Please respect copyright.PENANAE3Rl7vsjKB
"Benarkah? Pekerjaan apa Pak Eiji? Di mana tempatnya?"
2512Please respect copyright.PENANAfvZU36VeXY
Eiji lalu mengeluarkan sebuah coretan kertas berisi nomor telepon seseorang pada Megumi, dan menyuruhnya untuk menyimpannya.
2512Please respect copyright.PENANAKzOugHt7dQ
"Nomor siapa ini, Pak Eiji?"
2512Please respect copyright.PENANAhlXjrJoFyK
"Tuan Shigeo. Kau bisa menyetir 'kan? Supir Tuan Shigeo mengundurkan diri beberapa hari lalu. Tuan Shigeo sedang mencari supir, gajinya cukup lumayan, dan makanan di sediakan sana."
2512Please respect copyright.PENANAVHOgYmzpCs
Megumi ragu, menjadi supir Tuan Shigeo berarti juga ikut menjadi supir pribadi Hitomi yang selalu ingin ia hindari. Akan tetapi melihat Anri yang berada di ruang perawatan membuat keraguan Megumi perlahan pudar. Benar, Megumi mencintai Anri, dan Anri lah satu-satunya wanita yang ia cintai—ia ingin meringankan bebannya meski hanya sedikit.
2512Please respect copyright.PENANAFX8i9qS4RG
"Baiklah, terima kasih, Pak Eiji. Akan kuhubungi Tuan Shigeo saat ini juga."
2512Please respect copyright.PENANASMBu1kxgYg
Siang itu juga Megumi menghubungi Tuan Shigeo untuk menanyakan lowongan supirnya, dan beruntung belum ada orang yang mendaftar selain Megumi. Setelah pamit pada Anri, dan memberi kecupan di keningnya—Megumi langsung meluncur ke rumah Tuan Shigeo.
2512Please respect copyright.PENANApg10RfijVV
Ia disambut baik oleh ajudan Tuan Shigeo, dan dipertemukan langsung dengannya. Tanpa seleksi atau pun tes lagi, akhirnya Megumi diterima menjadi supir pribadi Tuan Shigeo. Akan tetapi timbul satu masalah tentang Tuan Shigeo yang mewajibkannya untuk tinggal di rumahnya.
2512Please respect copyright.PENANAw1zA2Ho1uz
"Tapi, Tuan. Istriku...." ucap Megumi khawatir.
2512Please respect copyright.PENANAtmJ20dX9Gi
"Kau begitu sayang pada istrimu, Nak Azunashi. Tenang saja, kau boleh pulang ke rumah satu kali dalam seminggu. Kau juga bisa memanfaatkan waktu luang untuk pergi ke rumahmu," jelas Tuan Shigeo, menghilangkan kekhawatiran Megumi.
2512Please respect copyright.PENANASNOt9FAQmh
Megumi membungkuk, ia berterima kasih pada Tuan Shigeo atas kelonggaran waktu yang ia berikan. Setelah diberi seragam, dan jadwal Tuan Shigeo—Megumi pun pamit untuk memberitahu Anri.
2512Please respect copyright.PENANAjF7yAhYvJk
"Dia anak yang manis, benarkan Hitomi," ucap Tuan Shigeo pada Hitomi yang sejak tadi bersembunyi di ruangan sebelah.
2512Please respect copyright.PENANAaMD8PGy3Jf
"Benar Tuan," balas Hitomi sembari menunduk—tak berani menatap Tuan Shigeo.
2512Please respect copyright.PENANAF8bIO9CgFZ
Tuan Shigeo menghampiri Hitomi, lalu menampar wajahnya dengan sangat keras hingga membuatnya jatuh. Dengan wajah memar Hitomi tetap menunduk, dan tak sekali pun melihat wajah suaminya yang terlihat sangat marah.
2512Please respect copyright.PENANAN2BLhxaoLt
"Karena kau, aku harus membunuh satu lagi orangku. Hitomi dasar pelacur gila, kuharap kali ini kau melakukannya dengan benar," bentak Tuan Shigeo.
2512Please respect copyright.PENANAXd4H9DA6I1
Hitomi mengangguk dengan tangan mengepal, menatap celana dalam putih Tuan Shigeo yang terbuka di balik yukata-nya. Kontol tua berotot milik Tuan Shigeo yang dulu sering mengaduk-aduk memeknya yang telah pensiun sejak mengalami Impoten 2 tahun lalu.
2512Please respect copyright.PENANA4robaqPdSi