
143Please respect copyright.PENANAfeQSj7kCWl
143Please respect copyright.PENANAVotlXJfMez
Satu kata yang tepat menggambarkan kondisi gadis itu hari ini.143Please respect copyright.PENANAAExKzYKmEM
143Please respect copyright.PENANAYXpguBz7RE
Lelah.143Please respect copyright.PENANA1Sl6B271uB
143Please respect copyright.PENANAu2mV6TcoVH
Yap, Siren lelah. Segala kejadian yang berlangsung di sekolah tadi benar-benar menguras tenaga.143Please respect copyright.PENANAHQmEwtWZqd
143Please respect copyright.PENANA6ON6oqyNYU
Mulai dari bersitegang dengan Shea, hingga penolakan Aran, serta cibiran yang dilayangkan kepadanya.143Please respect copyright.PENANAnI8Vjbl5Ec
143Please respect copyright.PENANA4KjLZX67UV
Siren lelah sekali. Gadis itu memang bisa tersenyum lepas meski hatinya terluka. Namun senyumannya itu membutuhkan energi besar.143Please respect copyright.PENANAZ2qVwUVfnJ
143Please respect copyright.PENANAmdtjuhPIOT
Gadis berambut cokelat panjang bergelombang itu segera menjatuhkan tubuhnya ke kasur Queen Size nya. Tidak peduli seragam sekolahnya belum diganti.143Please respect copyright.PENANAnm5veUz8Bq
143Please respect copyright.PENANA4S5ARKRQvS
Memandangi langit-langit kamarnya yang berwarna pastel, mata Siren perlahan memanas.143Please respect copyright.PENANAZb6OucxPQB
143Please respect copyright.PENANAkOlwprkhFK
Ketika sendirian, seorang Siren yang selalu tersenyum lebar dan tertawa lepas itu, akan menunjukkan sisi yang tidak pernah diketahui siapapun kecuali Shea.143Please respect copyright.PENANAOjKvCifSvA
143Please respect copyright.PENANADwg1hclqeu
Sisi rapuhnya.143Please respect copyright.PENANAgpLHWxZPv5
143Please respect copyright.PENANAXE6m9lVH5Y
Gadis itu menangis dalam diam. Menumpahkan segala emosi yang tertimbun dalam hatinya.143Please respect copyright.PENANAjBve12C0RL
143Please respect copyright.PENANA5Eqazf5ser
"Selamat, She." Bisiknya parau.143Please respect copyright.PENANAHSmik9u7lD
143Please respect copyright.PENANAFD4E9SUaW6
Tetapi tidak ada seorang pun yang tahu.143Please respect copyright.PENANAHgt7zolZbB
143Please respect copyright.PENANAcZ7VS6pWVu
Bahwa di tempat lain, seseorang tengah gemetar menulis di atas selembar kertas putih.143Please respect copyright.PENANAGeadI2DZEv
143Please respect copyright.PENANA5EUYdqAQXO
Menyampaikan segala rasa dalam goresan tinta.143Please respect copyright.PENANAihWz0dbZue
143Please respect copyright.PENANATPdDR0EUkh
***143Please respect copyright.PENANA3mt2bydibB
143Please respect copyright.PENANAugX8Vqg1s9
143Please respect copyright.PENANAlfr7V2TZsL
Hari ini, tidak biasanya bagi seorang Siren. Aktivitasnya menyapa semua orang yang dijumpai sambil tersenyum ceria, sepertinya tidak berlaku pagi ini.143Please respect copyright.PENANARfjv4F22qL
143Please respect copyright.PENANAWqkbzcXcWX
Gadis itu tidak menyapa sama sekali. Dan hanya membalas sapaan orang-orang saja. Siren menghindari semua kontak mata lantaran matanya sebenarnya bengkak.143Please respect copyright.PENANAAKPRXxXw8U
143Please respect copyright.PENANAYVhW2Ono3V
Efek menangis hebat seharian membuat mata Siren bengkak dan merah. Inginnya tadi mengenakan kacamata hitam. Namun berbagai rentetan pertanyaan akan menghujaninya. Jadi lebih baik gadis itu menghindari kontak mata saja.143Please respect copyright.PENANAGkmHF3axsF
143Please respect copyright.PENANArB8QEC4VYz
"Pagi, Ren." Sapaan hangat Shea hanya dibalas Siren dengan anggukan singkat.143Please respect copyright.PENANAWmsw6f7kt5
143Please respect copyright.PENANAzB5cRcPnXZ
Gadis berambut cokelat itu segera duduk di kursi sebelah Shea. Setelah kembali berbicara kemarin, Siren memutuskan untuk kembali duduk bersama Shea.143Please respect copyright.PENANAC3pEEJN9B2
143Please respect copyright.PENANAWjSoPYmoz8
Siren terus menunduk menyembunyikan wajahnya. Gadis itu begitu lesu tak bertenaga. Benar-benar berbanding terbalik dengan kesehariannya.143Please respect copyright.PENANAC6W9iOOHpx
143Please respect copyright.PENANArDmzqbSYw7
"Kamu kenapa?" Tanya Shea khawatir. Gadis itu intens memperhatikan tingkah Siren yang cukup ganjil.143Please respect copyright.PENANAb2GMnKsopV
143Please respect copyright.PENANAaRqKP7O1Wb
"Hatiku sakit." Balas Siren tanpa sadar.143Please respect copyright.PENANApAXrfirh7u
143Please respect copyright.PENANASAIAHYkLVv
Hal itu membuat perasaan bersalah menyelinap di hati gadis berkacamata itu.143Please respect copyright.PENANAQbLwGjwYFP
143Please respect copyright.PENANAHtXuiYE6vK
"Maaf ya, Ren." Ujar Shea penuh rasa bersalah.143Please respect copyright.PENANAoTe9oeClpu
143Please respect copyright.PENANAvH9EFubjYh
Sukses saja kepala Siren yang dibaringkan di atas meja terangkat. Mata gadis itu melotot.143Please respect copyright.PENANAM4W0yzW6iH
143Please respect copyright.PENANAtvMer273ox
"Maaf apaan sih. Enggak perlu elah. Aku nggak apa-apa kok." Jelas Siren cepat-cepat.143Please respect copyright.PENANAkYbErWkcdL
143Please respect copyright.PENANAYAPzd2PbmR
Namun mata Shea menangkap kelopak hitam di bawah mata Siren dan mata bengkak gadis itu. Melihat wajah sahabatnya itu, gadis berkacamata itu semakin merasa bersalah.143Please respect copyright.PENANAqjiR0neLGY
143Please respect copyright.PENANAkTRD8GqP2V
"Aku minta maaf, Ren. Pasti karna aku kamu jadi kayak gini. Aku sahabat yang buruk." Shea menyalahkan dirinya sendiri.
"Jangan nyalahin diri kamu. Lama-lama juga bakalan membaik kok." Tuturnya mencoba menghilangkan rasa bersalah Shea.143Please respect copyright.PENANACkac7xtNcY
143Please respect copyright.PENANA0MRKpTPepP
Shea masih tidak enak. Gadis itu menatap Siren canggung.143Please respect copyright.PENANA0SOsii082K
143Please respect copyright.PENANA4F8eSigf1E
"Aku ngerasa bersalah banget, Ren."143Please respect copyright.PENANAlKanIjPPBU
143Please respect copyright.PENANASM5jzwS2V9
Siren menepuk bahu Shea, menenangkan gadis berkacamata itu. "Udah, enggak apa-apa kok, She." Seraya memberikan senyuman terbaiknya.143Please respect copyright.PENANAVW28l3mDLm
143Please respect copyright.PENANA9NSKhUwZRM
Shea balas tersenyum. Perasaan lega sedikit menyelimuti hatinya.143Please respect copyright.PENANAdYkvYXiWnz
143Please respect copyright.PENANAwPWEwS8YOZ
'Aku nggak akan buat kamu cemas lagi, She.' Benak gadis berambut cokelat itu.143Please respect copyright.PENANA1gvPMWaVwG
143Please respect copyright.PENANA0F1dsHIfib
Dalam hati Siren bertekad, dia tidak akan membiarkan sahabatnya merasa bersalah lagi padanya. Keputusan gadis itu sudah bulat.143Please respect copyright.PENANAG8U3pTJ6ol
143Please respect copyright.PENANAeTgvjQF1U9
***143Please respect copyright.PENANAwvCyPJ9Zpx
143Please respect copyright.PENANAMs8eKyS4eu
143Please respect copyright.PENANAdIGi8e3Y3v
Ketika melengok ke laci meja hendak meletakkan bukunya, mata gadis itu menangkap sesuatu berwarna jingga. Tangannya bergerak mengambil benda itu. Keryitan tercetak di dahinya.143Please respect copyright.PENANA7dvyT7SRCI
143Please respect copyright.PENANAoSJ5Rm8Y0Q
Matanya bergerak memindai benda itu, sebuah amplop mungil berwarna jingga yang polos. Wajah gadis itu begitu heran sekaligus bingung. Ketika jam pelajaran pertama akan berlangsung, dia menemukan sebuah amplop di laci mejanya.143Please respect copyright.PENANAovYeYJC69T
143Please respect copyright.PENANAAQvHr5G5hj
Namun gadis itu mengurungkan niatnya untuk segera membuka amplop itu. Bisa jadi bahan teguran dirinya apabila melakukannya di depan guru Kimianya.143Please respect copyright.PENANAtywG4ks4uH
143Please respect copyright.PENANALpcSAA01Nu
Walaupun matanya mengarah pada papan tulis dimana Ibu Eri tengah menjelaskan materi Isomer, namun pikiran gadis itu tidak pada tempatnya.143Please respect copyright.PENANADMrFi8MWXM
143Please respect copyright.PENANADkm57AFAk2
Sambil menggigit bibir, dia menerka-nerka. Mengapa surat itu diletakkan di laci mejanya, apakah surat itu untuk dia, dan siapa sebenarnya pengirim surat itu.143Please respect copyright.PENANAxDHOhb4G4d
143Please respect copyright.PENANAlWYVujtwAX
***143Please respect copyright.PENANAIXNkzjCETV
143Please respect copyright.PENANA8iuIRMxpRj
143Please respect copyright.PENANALAmosv4oUJ
Siren hendak menceritakan kepada Shea apa yang baru saja ditemukannya. Namun keinginannya itu tertunda. Shea bilang kepadanya ada rapat Klub Jurnalistik mendadak, dan dalam sekejap gadis berkuncir kuda berkacamata itu hilang dari pandangan.143Please respect copyright.PENANAD0z149VNt0
143Please respect copyright.PENANAFuhRmMx5qi
Siren menghela nafas gusar. Gadis itu memandangi amplop surat itu lama. Kemudian gadis itu menoleh ke kanan dan ke kiri, kondisi kelas cukup ramai. Para gadis tengah bergosip dan para cowok bermain game di pojokan. Melihat kondisi yang cukup ribut ini, Siren akhirnya memutuskan melangkah ke luar kelas.143Please respect copyright.PENANAMKzofGfWSs
143Please respect copyright.PENANAsG1ZqFRWxu
Langkah kaki Siren membawanya ke taman belakang sekolah yang rimbun. Gadis itu lantas duduk di kursi taman.143Please respect copyright.PENANAOfrzju33LQ
143Please respect copyright.PENANAQWXzEaKO8w
Menghirup nafas dalam-dalam, lantas menghembuskannya perlahan. Siren memantapkan hatinya untuk membuka amplop itu.143Please respect copyright.PENANAg565iSpEoo
143Please respect copyright.PENANAgAOc6IDTqX
Kertas putih dengan tulisan tangan rapi menyambut mata Siren. Dengan saksama gadis itu membaca isi kertas itu. Perasaannya campur aduk. Siren tertegun. Tak percaya dengan apa yang dibacanya.143Please respect copyright.PENANA1X6vIJYpGB
143Please respect copyright.PENANAXLqxxcKXwf
143Please respect copyright.PENANA5MtYJbX7Zq
Untuk Seorang Gadis yang Secerah Mentari.143Please respect copyright.PENANA2GMT5NRcif
143Please respect copyright.PENANA0SirDD1G4i
143Please respect copyright.PENANAxSPx1aWuy1
143Please respect copyright.PENANAk50WhaBRkq
Tahu tidak? Kamu punya senyuman paling cerah yang pernah kulihat. Tatapan mata paling berbinar yang pernah kutemukan. Tingkah penuh semangat dan percaya diri yang tidak dimiliki semua orang.143Please respect copyright.PENANAKegPkN8jWQ
143Please respect copyright.PENANAfqdjUtgEcR
Kamu bersinar. Primadona sekolah. Segala mata selalu tertuju mengagumimu.143Please respect copyright.PENANAdBB6Nk7dkh
143Please respect copyright.PENANAtvrkoK3nip
Termasuk aku. Seseorang yang bahkan tak akan pernah menyangka dirinya seberani ini menuliskan surat untukmu.143Please respect copyright.PENANA9Dz2K2pOQ4
143Please respect copyright.PENANAIy4EMgKKrH
Setiap tingkahmu selalu tak luput dari perhatianku. Selalu. Kamu selalu bisa menarikku untuk memperhatikanmu. Apakah kamu punya magnet, Sirena Putri? Atau malah gravitasi yang membuatku selalu jatuh.143Please respect copyright.PENANALKMq0JpV4T
143Please respect copyright.PENANAtiNBd2zmBr
Hingga malam itu, malam ketika semuanya terbongkar. Tentang perasaanmu dan sahabatmu. Kalian menyukai teman yang sama. Dan ironisnya lagi, dia temanku. Aku sedih. Namun sejak dulu aku telah yakin, kamu tidak akan pernah menyadari.143Please respect copyright.PENANAc8VVO9gIjb
143Please respect copyright.PENANAqLGTXL6XP2
Bahwa ada seseorang yang diam-diam selalu memperhatikanmu.143Please respect copyright.PENANAsbXvnkhhOa
143Please respect copyright.PENANAPbU9OkXi2k
Tolong jangan mengira aku stalker, walaupun memang sedikit mirip dengan itu. Aku tidak ingin membuatmu takut. Aku hanya pengagum rahasia yang tidak pernah menunjukkannya pada siapapun.143Please respect copyright.PENANAzTFg1NLLBa
143Please respect copyright.PENANAoQ963m7nSA
Dan maaf telah mengambil sebagian waktumu untuk membaca surat ini. Kamu boleh marah. Namun setidaknya, aku bersyukur menit-menitmu habis untuk memikirkanku.143Please respect copyright.PENANAS9FKcomCMO
143Please respect copyright.PENANAMyMwEi78z9
Terimakasih banyak gadis yang secerah Mentari. Terima kasih telah membuatku merasakan perasaan ini.143Please respect copyright.PENANAj9v7BaZmAB
143Please respect copyright.PENANAHp1Az8laAK
Perasaan yang tak akan pernah berani terucap.143Please respect copyright.PENANAg0HvkSX7R4
143Please respect copyright.PENANAWFdSaexMg2
Namun cukup berani untuk dituliskan.143Please respect copyright.PENANAopXGA9Y5vd
143Please respect copyright.PENANAZmu49W3Bww
Aku tidak meminta apa-apa. Sama sekali tidak ada. Kamu membacanya saja aku senang luar biasa.143Please respect copyright.PENANAyhJth315vf
143Please respect copyright.PENANAu97JCB1MoA
Sekali lagi terima kasih.143Please respect copyright.PENANALjSlIdeLZw
143Please respect copyright.PENANA5siMBNwj34
Dariku.143Please respect copyright.PENANAz9IEFkfHwL
143Please respect copyright.PENANADaRUiYowve
Si Pendiam yang bertingkah pengecut.143Please respect copyright.PENANAL3bU73xtrQ
143Please respect copyright.PENANACglKVyNQdU
143Please respect copyright.PENANABle8vh3nEU
143Please respect copyright.PENANAEDEmey7LK8
Lama gadis itu termenung. Memikirkan siapa yang paling tepat sebagai pengirim surat itu.143Please respect copyright.PENANAHFN1LnMUZ6
143Please respect copyright.PENANAW3h1lmQFYt
***143Please respect copyright.PENANA3JIpnH7o7S
143Please respect copyright.PENANAjCJO0aw7Lb
143Please respect copyright.PENANAGZbLmKCtIC
Cowok itu memandang jauh ke luar jendela yang berada di samping bangkunya. Merenungi apa yang baru saja dilakukannya hari ini.143Please respect copyright.PENANAdBlQXQZBv8
143Please respect copyright.PENANAere9m5uf1U
Menghela nafas pelan, cowok itu mulai merutuki tindakannya dalam hati.143Please respect copyright.PENANALSDDcaONRK
143Please respect copyright.PENANAVjTiiI7k1j
Namun walaupun rasa penyesalan itu sedikit menyelinap, cowok itu juga merasa lega.143Please respect copyright.PENANA6Yq6UIdNJi
143Please respect copyright.PENANAhb5iqWZXbu
Akhirnya perasaannya tersampaikan walaupun dalam bentuk selembar kertas.143Please respect copyright.PENANAITo2TvjI8o
143Please respect copyright.PENANAkTbLQO0tdH
Memang ini tindakan pengecut. Namun ketahuilah, tidak semua orang berani mengungkapkan perasaan walau hanya dalam selembar kertas saja.143Please respect copyright.PENANAuED6jPBLbT
143Please respect copyright.PENANAc7ZayDPbcj
Tepukan di bahunya menyadarkannya dari lamunannya. Cowok itu tersentak kaget. Lalu menatap datar seseorang yang mengagetkannya itu.143Please respect copyright.PENANAsofBhhLJ6F
143Please respect copyright.PENANAK04x7TBXV7
Aran memasang cengiran lebar. Wajah cowok itu berseri-seri. Begitu bahagia sekali. Entah apa yang terjadi antara dirinya dan Shea hari ini.143Please respect copyright.PENANACwf0yFOCgr
143Please respect copyright.PENANAexiIwxBCtY
Sebenarnya cowok itu sedikit kesal. Bisa-bisanya Aran menyakiti hati gadis itu dengan menolaknya. Tetapi setiap orang memiliki pilihan. Dan memang sedari awal Aran telah memilih si gadis berkacamata.143Please respect copyright.PENANAyNLERQD1fU
143Please respect copyright.PENANAmZQe99OFGR
"Jangan keseringan melamun, bro. Nanti kerasukan." Ujar Aran sambil terkekeh.143Please respect copyright.PENANAFvQk9f6Y2f
143Please respect copyright.PENANAytLhJ4zGrY
Cowok itu mendengus. Mengabaikan kekehan Aran, dirapikannya buku-buku dan peralatan tulisnya unruk dimasukkan ke dalam tas.143Please respect copyright.PENANALHzP7aKHHk
143Please respect copyright.PENANAsvcemxfXtB
Aran menghela nafas kecewa. "Ahh... Aku diacuhin." Serunya berpura-pura kesal.143Please respect copyright.PENANAXJ46EhiTVj
143Please respect copyright.PENANAk2FsRpk2WN
Namun tetap saja cowok itu tidak memberikan respon berarti. Dia malah sibuk sendiri dengan kegiatannya.143Please respect copyright.PENANAn0LqKTSS7E
143Please respect copyright.PENANAy0WeREUdlf
"Eh, Kamu tahu, Ton? Aku udah bicara sama Shea tentang hubungan kami."143Please respect copyright.PENANAgRNluapnO2
143Please respect copyright.PENANAGY8nLQFSur
Kegiatannya seharusnya sudah selesai jika saja cowok itu tidak sengaja memperlambat gerakannya. Niatnya untuk berlama-lama agar Aran meninggalkannya sendiri seketika buyar. Cowok itu malah tertarik dengan topik pembahasan Aran.143Please respect copyright.PENANAdW6MKBPMl6
143Please respect copyright.PENANApG0C1lH1GS
Aran tersenyum. "Aku dan Shea udah mutusin buat nggak pacaran. Kami mau fokus ngejar cita-cita kami. Dan itu pasti buat kami fokus dengan kesibukkan masing-masing."143Please respect copyright.PENANA6FiAyaImAX
143Please respect copyright.PENANAxoK52ERoCq
"Gimana ketika masa sibuk-sibuknya kalian ngejar cita-cita itu, perasaan kalian perlahan hilang?" Tanya cowok itu penasaran. Aran sukses besar menarik seluruh atensinya.143Please respect copyright.PENANAilaIFEP4lm
143Please respect copyright.PENANAJxLJsxz300
Aran tetap tersenyum. Mata cowok itu memancarkan suatu kemantapan. "Toh, kalaupun karna kesibukkan ini kami jadi saling lupa, aku enggak masalah dengan itu. Lupa sejenak boleh. Tapi bukan berarti perasaan itu hilang. Aku udah teguh bakalan ngejaga perasaanku. Aku enggak tahu gimana dengan Shea. Tapi aku yakinin diriku dia ngelakuin hal yang sama."143Please respect copyright.PENANAHFaIO6TQh2
143Please respect copyright.PENANAlL0zVXYabu
Penjelasan Aran membuat cowok itu tercenung. Tak menyangka temannya yang jarang terlihat serius bisa memiliki pemikiran sedewasa itu. Pengaruh perasaan benar-benar hebat. Bisa mengubah seseorang.143Please respect copyright.PENANAYUY2POVl2R
143Please respect copyright.PENANA6wKCLhjqzS
"Semangat, Ran." Dukung cowok itu dibalas Aran dengan anggukan mantap.143Please respect copyright.PENANAFvUFXwVNji
143Please respect copyright.PENANAtFxsPrZ8OY
"Aku duluan ya, bro. Mau jemput Mama yang lagi di RS. Dah."143Please respect copyright.PENANAeu7vtSjG4h
143Please respect copyright.PENANA2mbr28lWip
Aran melambaikan tangan, yang dibalas cowok itu dengan anggukan.143Please respect copyright.PENANAbHLhlY53wJ
143Please respect copyright.PENANApae2kHt19m
Kemudian cowok berambut hitam cepak itu bergegas meninggalkan ruang kelas.143Please respect copyright.PENANA4oXjQVbjez
143Please respect copyright.PENANAi67gx932AM
Menyisakan cowok berambut cokelat gelap itu sendirian.143Please respect copyright.PENANAG8CJJmFJrR
143Please respect copyright.PENANAbSrS0dHFc1
Dengan pikiran yang diselimuti banyak hal.143Please respect copyright.PENANA0bGr78CGLX
143Please respect copyright.PENANAMHBgV1S6X2
***143Please respect copyright.PENANAurlCC6TVAa
143Please respect copyright.PENANAmwITX2qK4n
Cowok itu berdiri di halte bus. Matanya memandangi tetesan air yang jatuh mengguyur Bumi. Indonesia dengan musim pancarobanya yang tak terduga. Semula cuaca cerah namun mendadak hujan lebat terjadi.143Please respect copyright.PENANAmiPnf5sjv0
143Please respect copyright.PENANAq3jAyarkLN
Hanya dirinya yang duduk di halte bus itu. Beberapa menit sebelumnya ketika meninggalkan kelas, kondisi sekolah benar-benar sunyi. Mungkin dirinya lah siswa terakhir yang keluar dari sekolah. Sehingga masuk akal jika hanya dia yang tersisa di halte bus itu.143Please respect copyright.PENANAdVgDdHNko2
143Please respect copyright.PENANA5P6aW4H7Ie
Mata cowok itu tak henti-hentinya memandangi tetesan air yang jatuh. Pikirannya berkelana jauh memikirkan banyak hal.143Please respect copyright.PENANAogV3IT2jp5
143Please respect copyright.PENANACgGhvqTu95
Tentang persahabatan dan tentang perasaan.143Please respect copyright.PENANAaNNlaiXaSa
143Please respect copyright.PENANAq2ykUR6rwl
Sungguh jalan kehidupan berlangsung tanpa terduga.143Please respect copyright.PENANAQKROuv4din
143Please respect copyright.PENANAkOynNphod4
Tanpa disadarinya seseorang yang baru saja menerobos hujan mengambil posisi yang agak jauh darinya.143Please respect copyright.PENANAX1XEriAp6J
143Please respect copyright.PENANANYozIHQdLX
Seseorang itu sedikit menggerutu memegangi rambutnya yang basah dan lepek. Hatinya sedikit kesal lantaran rapat Klub Menggambar baru bisa selesai beberapa menit yang lalu.143Please respect copyright.PENANAV5Xi14y6HO
143Please respect copyright.PENANAj7aYMtO9p6
Seseorang itu lalu menoleh ketika menyadari bahwa dia tak sendirian. Matanya seketika membelalak. Alangkah terkejutnya dia mendapati orang itu duduk menunggui bus bersamanya.143Please respect copyright.PENANAjvfrWMYkox
143Please respect copyright.PENANAXP9LlhUB8T
Cepat-cepat dialihkannya pandangan. Wajahnya mendadak canggung.143Please respect copyright.PENANANtKFq7SUGD
143Please respect copyright.PENANAgsbp1H8LP8
Cowok itu tersadar dari lamunan. Dia menyadari tak duduk sendirian. Kemudian menoleh ke arah seseorang yang duduk agak jauh darinya itu. Alangkah kagetnya dia melihat siapa orang itu.143Please respect copyright.PENANAxpsfRHiOGN
143Please respect copyright.PENANA0o4h00qjGh
Buru-buru cowok itu mengalihkan pandangan. Rona merah seketika menyebar di wajahnya.143Please respect copyright.PENANAKqJZ2HhuY1
143Please respect copyright.PENANAii5EdgYv8D
Gadis itu meremas tangan. Sepanjang hari di sekolah dia selalu menebak-nebak siapa sebenarnya pengirim surat itu. Dan ketika rapat di ruang Klub Menggambar, dirinya tiba-tiba tersadar akan sesuatu. Pikirannya seketika tertuju pada seorang cowok yang menjadi teman sebangku cowok yang disukainya.143Please respect copyright.PENANAv4d89elh5O
143Please respect copyright.PENANA6NZTS8jR4M
Entah apakah ini benar atau tidak. Namun gadis itu merasa yakin sekali dialah pelakunya.143Please respect copyright.PENANAPK4AY2mWDO
143Please respect copyright.PENANA4GtylXoGkd
Dan sekarang, gadis itu terjebak dalam kondisi yang benar-benar canggung. Duduk bersama di halte bus, dengan cuaca yang tidak memungkinkannya melarikan diri.143Please respect copyright.PENANAhqKI8YSGU3
143Please respect copyright.PENANAjwMMrEOkxM
Jika saja gadis itu bisa, dia ingin segera pergi dari tempat itu. Namun dia tidak senekat itu untuk menerobos hujan lagi sehingga seragamnya semakin basah kuyup.143Please respect copyright.PENANAxmWFGGLIOH
143Please respect copyright.PENANAo7SjTqpEYK
'Sekarang gimana? Eh, tapi gimana kalo aku salah?' Batinnya bingung.143Please respect copyright.PENANABSc0shtmxm
143Please respect copyright.PENANAB1Ovaz3Z8Z
Sementara cowok itu tidak menoleh sama sekali ke arah gadis itu. Wajahnya memerah mengingat tindakan nekatnya pagi tadi.143Please respect copyright.PENANA3sGkbY5Wt0
143Please respect copyright.PENANAtE9cloxMUx
Hening menyelimuti kedua insan.143Please respect copyright.PENANAkSlhk5wvVG
143Please respect copyright.PENANAXFX7sUM3l0
Hingga akhirnya gadis itu yang tidak pernah menyukai keheningan, memecah sunyi.143Please respect copyright.PENANAWHDIQ27Ynz
143Please respect copyright.PENANAdVIq2bnP5C
"Hai. Lagi nunggu bus juga?" pertanyaan anehnya meluncur begitu saja akibat kecanggungannya.143Please respect copyright.PENANA4j4RtIYWdF
143Please respect copyright.PENANAp9VqVg7teZ
Sedangkan cowok itu mengerutkan alis. Heran dengan pertanyaan gadis itu. Memangnya untuk apa orang menunggu di halte bus selain untuk menunggu bus?143Please respect copyright.PENANAqQ6FNECsfa
143Please respect copyright.PENANAZpSO9YYgie
"Menurutmu?" Namun pertanyaan malah dibalasnya juga dengan pertanyaan.143Please respect copyright.PENANAXd0SG6in7E
143Please respect copyright.PENANA7HzWKAbD4v
Gadis itu salah tingkah. "Me-menunggu bus?" Tanyanya sedikit gugup.143Please respect copyright.PENANAaaqi9TjbpS
143Please respect copyright.PENANAKmgVpgf88t
Cowok itu mengangguk pelan. "Tepat." Ucapnya datar.143Please respect copyright.PENANA3N73MsadrB
143Please respect copyright.PENANAYEKJo1TvLX
Keheningan kembali menyelimuti.143Please respect copyright.PENANA0l6egsruwq
143Please respect copyright.PENANA2CUlOhvC1H
Gadis itu mengembungkan pipi. Sedikit kesal dengan respon singkat cowok itu.143Please respect copyright.PENANArcMlAbWXxF
143Please respect copyright.PENANAoW1fjCCWt9
'Apa jangan-jangan memang bukan dia orangnya? Dia keliatan biasa aja.' Benaknya kembali menduga.143Please respect copyright.PENANA1xRE7iAvG2
143Please respect copyright.PENANAJ67awV0gFV
'Aku enggak akan tahu kalo nebak-nebak terus kayak gini. Gimana kalo kutanya langsung?'143Please respect copyright.PENANAG4ew9DZa2W
143Please respect copyright.PENANAW0qSklJIe0
'Eh, tapi gimana kalo aku salah orang?'143Please respect copyright.PENANAXxIodOOjsW
143Please respect copyright.PENANA4FljBXXcaa
Gadis itu menggeleng-geleng sendiri. Si pengirim surat itu benar-benar berhasil membuat kepalanya pusing.143Please respect copyright.PENANAeorIrDS6b8
143Please respect copyright.PENANAxzd8Asj5dd
Dengan keberanian yang ada, akhirnya gadis itu memutuskan untuk bicara.143Please respect copyright.PENANAttiXF1F268
143Please respect copyright.PENANAulLPATk8ag
"Ton, kamu tahu siapa yang naruh amplop warna jingga di laci mejaku? Secara kan kamu selalu datang pagi. Siapa tahu kamu tahu pelakunya." Tanya gadis itu penasaran. Dia sengaja tidak langsung bertanya untuk melihat respon cowok itu.143Please respect copyright.PENANAKzGUqy9WIJ
143Please respect copyright.PENANA7ZTU53yg9u
Skakmat!!!143Please respect copyright.PENANAysIBab44BV
143Please respect copyright.PENANAogwDCp7u11
Cowok itu membatu. Kini dia dihadapkan dalam situasi sulit. Jika dia menggeleng, otomatis dia telah berbohong. Namun jika mengangguk, dia harus mengatakan yang sebenarnya. Cowok itu tidak siap jujur bahwa dialah pengirim surat itu.143Please respect copyright.PENANA8wwQdsfx9t
143Please respect copyright.PENANABXh2y31ytR
"Kamu kenapa Anton? Kok diam?" Tanya gadis itu mulai curiga.143Please respect copyright.PENANAPUT6Yf7dfW
143Please respect copyright.PENANAie1oG0l20L
Cowok itu masih terdiam. Rasanya dia akan ketahuan sekarang juga.143Please respect copyright.PENANAt7jrLUpR6R
143Please respect copyright.PENANA6FK3kt2bwD
"Apa jangan-jangan kamu pelakunya ya?" Tuding gadis itu sengaja memancing cowok itu.143Please respect copyright.PENANA2YuYA1zWXt
143Please respect copyright.PENANAmrEWUwbVZt
Terungkap sudah.143Please respect copyright.PENANAFVw5BL0xel
143Please respect copyright.PENANA8jl1WNXqCZ
Cowok itu tak bisa mengelak lagi. Patah-patah dia mengangguk. Seorang Anton Fernandes jika ditanyai tentang kebenaran tidak bisa berbohong. Cowok itu akan jujur walaupun situasinya segawat apapun.143Please respect copyright.PENANALZkxLVJzea
143Please respect copyright.PENANA023YizI66U
Gadis itu tersenyum tipis. Ternyata benar dugaannya. Cowok itu pelakunya.143Please respect copyright.PENANANkfW7XshA6
143Please respect copyright.PENANADuyORViePS
"Aku nggak yangka kamu ternyata pengagum rahasiaku, Ton. Padahal kamu tuh pendiam banget di kelas. Enggak disangka ya, seorang pendiam dan peraih rangking pertama paralel berturut-turut bisa suka sama gadis kayak aku." Kekehnya pelan.143Please respect copyright.PENANAc8yJofDO6G
143Please respect copyright.PENANAmKBhbuS3G4
Cowok itu tersenyum kaku. Lidahnya begitu kelu untuk membalas kata-kata gadis itu.143Please respect copyright.PENANAvQwsCcYv2z
143Please respect copyright.PENANAf19Kxko4UA
Siren menoleh ke arah Anton. Gadis itu memandangi cowok itu penuh penghargaan.143Please respect copyright.PENANAEsHd2iJDyb
143Please respect copyright.PENANAZhpJ4fsHEb
"Makasih banyak ya udah suka dengan aku, Ton. Dan maaf banget aku ngggak bisa balas perasaan kamu." Ucapnya penuh rasa bersalah.143Please respect copyright.PENANAi0DcTC3KGp
143Please respect copyright.PENANA9RUkSGl9kR
Cowok itu menggeleng pelan. Wajahnya bergerak kaku menghadap wajah gadis itu.143Please respect copyright.PENANAN8mO88ZKGi
143Please respect copyright.PENANAQvueaMiW6P
"Aku ngerti. Nggak apa-apa kok." Ujarnya dengan memaksakan sedikit senyuman.143Please respect copyright.PENANAauqwKjBduO
143Please respect copyright.PENANAfAnRLSz7Av
Gadis itu menatap penuh rasa bersalah. "Sekali lagi maafin aku, Ton. Maafin aku yang nggak bisa suka sama kamu. Aku udah suka Aran sejak dulu."143Please respect copyright.PENANA2vTsrHif8H
143Please respect copyright.PENANAB4Tu87bSCd
"Enggak apa-apa. Aku paham."143Please respect copyright.PENANAlCoWiSv34j
143Please respect copyright.PENANATi03keE3Sl
Anton walaupun terluka namun berusaha untuk terlihat baik-baik saja.143Please respect copyright.PENANAFYu3x24avL
143Please respect copyright.PENANAxXlA1btAHN
"Kita senasib ya, Ton." Siren memandang jauh ke arah jalanan yang dibasahi hujan.143Please respect copyright.PENANABSL9iJFF4w
143Please respect copyright.PENANA0aZlqRwbBk
"Menyukai seseorang tapi nggak berbalas." Gadis itu tertawa getir.143Please respect copyright.PENANAys88paUqzz
143Please respect copyright.PENANAKOAWFD2xIP
Anton bisa merasakan kesedihan Siren. Cowok itu paham bagaimana perihnya.143Please respect copyright.PENANAchFyFZfTpO
143Please respect copyright.PENANAIN001ouQT7
"Sakit banget, Ton. Tapi aku udah bisa ikhlasin Aran buat Shea." Senyuman tipis terulas cantik di bibir gadis itu.143Please respect copyright.PENANASKwLJsVy4w
143Please respect copyright.PENANASqesKzd97l
"Itu hebat, Ren. Nggak semua orang bisa lepasin orang yang dia suka buat orang lain." Ucap Anton yang semakin mengagumi gadis itu.143Please respect copyright.PENANAJ9AsgpnWBP
143Please respect copyright.PENANAWAfY3CACAp
Siren terkekeh pelan. Tidak hambar namun manis didengar. Gadis itu menatap serius raut wajah cowok itu.143Please respect copyright.PENANA69hY0cdJOK
143Please respect copyright.PENANARm1MuWYBru
"Kalo misalnya aku sama orang lain, kamu ikhlas nggak, Ton?" Tanyanya sengaja menggoda Anton.143Please respect copyright.PENANAMZ54Q4ti0g
143Please respect copyright.PENANArvMkrpowIn
Wajah Anton berubah keruh. Cowok itu menatap tak suka. Tanpa sadar dia mengucapkan sesuatu yang kemudian membuatnya malu.143Please respect copyright.PENANAFlgRCu17B1
143Please respect copyright.PENANAmSTaBHLoVw
"Enggak."143Please respect copyright.PENANAtyogbyoJ7g
143Please respect copyright.PENANAi0SbLhvY9n
Sontak saja kekehan Siren berganti menjadi tawa hebat. Tak disangkanya seorang pendiam seperti Anton bisa seperti itu.143Please respect copyright.PENANAXiiIFQWe1w
143Please respect copyright.PENANA906RIP345n
Anton segera mengalihkan pandangan. Wajah cowok itu kembali memerah.143Please respect copyright.PENANAn6QLlWPTzk
143Please respect copyright.PENANA8LQtgQcQ7i
"Kamu lucu banget, Ton. Nggak nyangka aku." Siren geleng-geleng kepala tak percaya sambil tertawa.143Please respect copyright.PENANAMoOr7n49iY
143Please respect copyright.PENANAdoCIn3ISVP
Anton mati-matian menyembunyikan wajahnya yang memerah.143Please respect copyright.PENANA8ioTbV7sFO
143Please respect copyright.PENANAKNjVO6ze60
Berada sedekat ini dengan seseorang yang disukai, membuat perasaan Anton menjadi hangat. Walaupun dirinya ditolak, Anton sangat bahagia bisa menyaksikan tawa dan senyuman Siren lebih dekat.143Please respect copyright.PENANAzyyOaBSmJy
143Please respect copyright.PENANAY87z1CBQWn
Dan bagi Siren, bersama Anton hari ini menunggui bus bukanlah hal yang begitu buruk.143Please respect copyright.PENANAB6euTj4pFO
143Please respect copyright.PENANAJFm29OGwXQ
Anton ternyata cukup menarik. Cowok itu cepat sekali malu dengan kata-katanya. Baru kali ini Siren melihat wajah seorang cowok memerah.143Please respect copyright.PENANALgHnAC7aYE
143Please respect copyright.PENANAGbKGSuXK1s
Kedua insan itu lega dengan perasaan mereka masing-masing.143Please respect copyright.PENANALCjrtXuSPQ
143Please respect copyright.PENANA6VYkhdepF5
Perasaan yang telah tersampaikan.143Please respect copyright.PENANALSCs4uObDc
143Please respect copyright.PENANAsWDSZcrm0V
Dan sebuah awal untuk mengenal dan berteman baik.143Please respect copyright.PENANAuUn2rSmvRF
143Please respect copyright.PENANAbHAy5a4TA1
Mungkin ini langkah bagus untuk sebuah perjalanan yang panjang.143Please respect copyright.PENANAI9j5dQYipn
143Please respect copyright.PENANAK3merUyYtk