Di malam yang hening, sebuah rumah di sudut kota menjadi saksi ketakutan seorang anak kecil yang bersembunyi.
1185Please respect copyright.PENANAmUJ8JxnVEm
Teriakan anggota keluarganya—ayah, ibu, dan saudara-saudaranya—menggema di sekitar persembunyian sang anak, menciptakan atmosfer mencekam yang mendominasi ruang tersebut.
1185Please respect copyright.PENANAXq2UjfYXNF
Suara teriakan berubah menjadi langkah kaki yang mendekati tempat persembunyian sang anak.
1185Please respect copyright.PENANAzEEAfNwWdA
Tap... Tap... Tap... (Suara langkah itu semakin mendekat.)
1185Please respect copyright.PENANADgqw3eLzxb
Anak itu gemetar ketakutan, keringat mengucurinya, dan bayangan sosok orang dewasa muncul tepat di depan pintu lemari tempat ia bersembunyi.
1185Please respect copyright.PENANAgNtMreY49L
Pintu lemari tiba-tiba terbuka, dan di hadapannya, ia melihat seorang pria dewasa yang bersimbah darah, pria itu menatapnya dengan mata merah yang bersinar.
1185Please respect copyright.PENANAIBAwBOWenx
Anak itu membeku, tak mampu bergerak karena ketakutan. Pria dewasa itu tersenyum dan berkata,
1185Please respect copyright.PENANAyrSztTPECq
"KETEMU!!!"
1185Please respect copyright.PENANARShiqn1yqb
Anak kecil itupun berteriak ketakutan...
1185Please respect copyright.PENANAAJ7F06eKNM
15 tahun kemudian.
1185Please respect copyright.PENANAr8CpgdoMWX
Seorang pria terbangun dari tidurnya. Wajahnya penuh dengan rasa ketakutan, amarah, kesedihan, dan keringat dingin yang bercampur aduk.
1185Please respect copyright.PENANAZXVfjcJJYr
Ia merenung sejenak dan berkata, "Mimpi itu lagi." Sambil melihat keluar jendela, ia melihat pagi yang cerah, namun, cahaya matahari tidak cukup untuk menerangi kerumitan emosinya yang tersembunyi dalam diri.
1185Please respect copyright.PENANAQDoEUumYZR
"Ini adalah kisah di mana seorang pria dengan trauma masa kecil akan menjadi pahlawan suatu hari nanti."
1185Please respect copyright.PENANATljFEWwQda
Pria itu bernama Adam. Saat ini, ia berusia 24 tahun dan tinggal di rumah neneknya di desa yang disebut "Desa Abadi." Sayangnya, sang nenek sudah meninggal lima tahun yang lalu.
1185Please respect copyright.PENANAvESEYZP9mb
Adam bangun dari tempat tidur, melakukan aktivitas rutin seperti berolahraga, mandi, dan membuat sarapan. Meskipun rutinitas ini seolah menjadi pelarian dari bayangan masa lalu yang selalu menghantuinya.
1185Please respect copyright.PENANAyOX0s9sdtl
Ketika hendak masak, bahan masakan sudah habis, sambil menghela nafas, Adam berkata, "Huh... aku benci keluar rumah, tapi aku akan kelaparan." Kehidupan sosialnya terbatas, terutama karena Adam enggan berinteraksi dengan manusia.
1185Please respect copyright.PENANAR2tYw8ZgtG
Adam memutuskan untuk keluar rumah menuju toko tempat menjual bahan makanan, meskipun ia sangat enggan melakukannya, apalagi suasana dipagi itu cukup ramai. Suara langkah kaki yang sibuk dan ramai seolah-olah menambah berat perasaannya.
1185Please respect copyright.PENANAyoqBESw7IT
Dengan hati-hati, ia memilih jalanan yang sepi, berusaha tidak menarik perhatian siapapun. Ketika Adam sedang berjalan menuju toko, ia mendengar langkah kaki mendekat dari belakangnya. Dalam usahanya untuk menghindari kontak sosial, ia berjalan lebih cepat, tetapi langkah itu semakin mendekat.
1185Please respect copyright.PENANAk8DEItrUN1
Akhirnya, ia tanpa sengaja menabrak seorang perempuan cantik bernama Hawa, salah satu mahasiswa yang sedang menjalani KKN di desa Abadi.
1185Please respect copyright.PENANAFlUzQ9qoo7
Hawa adalah seorang wanita yang baik hati, kalem, dan cerdas. Ia memiliki kulit putih yang lembut, tubuh langsing, dan rambut panjang yang menjuntai seperti hutan yang tebal dan lembut.
1185Please respect copyright.PENANAwNG8bUTTzx
Hawa tersenyum ramah dan berkata, "Maaf ya, sepertinya aku kurang berhati-hati." Namun, Adam masih merasa canggung, dan sulit baginya untuk merespons sosok yang begitu ramah.
1185Please respect copyright.PENANAxTqsto8LSs
Ia menjawab singkat, "Tidak apa-apa. Aku harus pergi sekarang," dan berusaha untuk meneruskan perjalanannya ke toko.
1185Please respect copyright.PENANAsXTLtQHgbL
Hawa tersenyum penuh kehangatan, dan memperkenalkan diri, "Oke, tidak masalah. Oh ya, nama aku Hawa, dan aku seorang mahasiswa yang sedang KKN di sini."
1185Please respect copyright.PENANAm8UTjIyK5E
Adam mengangguk singkat dan melanjutkan perjalanan ke toko. Hawa terus memandangnya meskipun punggung Adam sudah menjauh. Ada kekaguman yang mendalam dalam matanya, mungkin seperti menemukan sesuatu yang istimewa.
1185Please respect copyright.PENANA3pHxSu92s1
Apakah Hawa baru saja merasakan sesuatu yang disebut sebagai 'cinta pada pandangan pertama'?
1185Please respect copyright.PENANAaem8HI2c9e
Adam tiba di toko dan mulai memilih bahan makanan yang dia butuhkan. Dia menjalani tugas ini dengan cepat, berusaha menghindari interaksi dengan pelanggan lain.
1185Please respect copyright.PENANANcT5QIYY7L
Ketika dia akhirnya sampai di kasir untuk membayar, penjaga toko yang bernama Husen mencoba untuk berbicara dengannya.
1185Please respect copyright.PENANAnzpE8zMLko
Husen: "Hari ini cerah, bukan?"
1185Please respect copyright.PENANALmzR2y4Hjf
Adam menjawab dengan singkat, "Ya." Emosinya tetap tersembunyi di balik lapisan ketidakpedulian.
1185Please respect copyright.PENANAkBpHyrF25X
Saat Adam keluar dari toko, dia bertemu dengan seorang anak berusia 9 tahun bernama Thomas.
1185Please respect copyright.PENANA8NgQBKRpWP
Thomas: "Kak Adam! Aku sangat berterima kasih atas pertolongan kakak di sungai minggu lalu."
1185Please respect copyright.PENANA8xsiFs0k4o
Namun, pertemuan dengan Thomas membuat emosi Adam semakin rumit. Di dalam hatinya, kata-kata seperti "Aku hanya ingin pulang" dan "Aku ingin sendirian" berkecamuk dalam pikirannya.
1185Please respect copyright.PENANAUWXJO4Gqjg
Adam hanya melihat Thomas dan melanjutkan perjalanannya. Thomas berkata, "Oke, sampai jumpa, Kak Adam," sambil tersenyum.
1185Please respect copyright.PENANARfOwQqo8q2
Ketika Adam berjalan pulang, dia secara kebetulan berpapasan dengan seorang laki-laki yang mengeluarkan gejala yang sangat aneh. Kulit laki-laki itu tampak sangat pucat, matanya berwarna merah, dan ada bercak-bercak hitam ditangan kanannya.
1185Please respect copyright.PENANAAq69kBMzAn
Adam merasa heran, namun 'Tidak Peduli' jauh mendominasi perasaan Adam.
1185Please respect copyright.PENANAC7NsMiYeQn
Tiba-tiba laki-laki itu mulai mengeluarkan darah dari hidungnya dan pingsan di tengah jalan. Orang-orang di sekitarnya berkerumun untuk menolong laki-laki tersebut, namun Adam hanya melanjutkan perjalanannya tanpa menunjukkan rasa peduli.
1185Please respect copyright.PENANA7OvUWKNZOk
Ketika Adam akhirnya tiba di rumahnya, dia melihat seorang perempuan berdiri di depan pintu. Ternyata, perempuan itu adalah Hawa.
1185Please respect copyright.PENANARI3L0BagQA
Adam: "Kamu... Sedang apa didepan rumahku?"
1185Please respect copyright.PENANAHdqGjVFqVH
Hawa kaget melihat Adam dan berkata, "Oh, jadi ini rumahmu?"
1185Please respect copyright.PENANA90H5ReNrc4
Adam menjawab dengan singkat, "Iya, ini rumahku. Kenapa kamu di sini?"
1185Please respect copyright.PENANAo1mSTZdtMW
Hawa menjelaskan, "Aku disuruh oleh kepala desa untuk mengantar makanan ke sini. Namamu Adam, kan?"
1185Please respect copyright.PENANASG5qfdmhI0
Adam terdiam sejenak sebelum menjawab, "Ya, namaku Adam. Tapi aku tidak ingin makanan itu. Sama sekali tidak."
1185Please respect copyright.PENANA99ZUvIyFUc
Adam memasuki rumahnya dan segera mengunci pintu. Hawa menatap pintu rumah Adam dengan raut wajah yang sedih.
1185Please respect copyright.PENANAlGjsLvzzqu
Apakah cinta Hawa baru saja ditolak?
1185Please respect copyright.PENANAwh2uXIko3S
Tiba-tiba ada yang memanggil Hawa dan bertanya, "Kamu kenapa?"
1185Please respect copyright.PENANA2u38z1BKqA
Hawa menjawab dengan cepat, "Nadia?" Respon Hawa, "Tidak... Tidak apa-apa." Lanjutnya.
1185Please respect copyright.PENANAKPuwapnDIL
Nadia memperhatikan makanan yang dipegang Hawa dan bertanya, "Apakah ini makanan yang disuruh kepala desa untuk diantar? Apa laki-laki tadi menolaknya?"
1185Please respect copyright.PENANAxUbLncgVda
Nadia merasa marah terhadap Adam, dan ia hendak mengeluarkan kata-kata kasar. Namun, Hawa dengan lembut menenangkan Nadia, "Santai, Nadia. Mari kita pergi ke rumah kepala desa."
1185Please respect copyright.PENANAeKAQD9ElKQ
Ketika mereka berdua dalam perjalanan menuju rumah kepala desa, mereka bertemu dengan teman mahasiswanya yang lain, seorang pria bernama Asep. Asep kelihatan panik.
1185Please respect copyright.PENANAOgFZXE453j
Hawa bertanya kepada Asep, "Kenapa kamu kelihatan begitu panik?"
1185Please respect copyright.PENANAaSWcHuRaiW
Asep menjelaskan dengan terengah-engah, "Teman kita, Julio, pingsan. Aku akan pergi ke puskesmas untuk menjenguknya."
1185Please respect copyright.PENANAd2Ds5pvW5p
Nadia dan Hawa memutuskan untuk ikut Asep.
1185Please respect copyright.PENANAoAJNEhti9Q
Sesampainya di puskesmas, Hawa melihat kepala desa. Kepala desa melihat Hawa dan teman-temannya, dan juga makanan yang dibawa Hawa.
1185Please respect copyright.PENANAuTRpcKv7vA
Kepala desa berkomentar, "Begitu ya... Dia menolak lagi."
1185Please respect copyright.PENANA1LBuybcqVm
Dengan heran, Hawa bertanya, "Apakah Adam selalu menolak pemberian pak kepala desa?"
1185Please respect copyright.PENANApXRPWm4Rhl
Kepala desa mengangguk dan menceritakan bahwa Ternyata, kepala desa adalah adik dari nenek Adam.
1185Please respect copyright.PENANAnho738I0Tj
Adam sering menolak pemberian kepala desa karena lima tahun yang lalu, kepala desa pernah bertengkar dengan nenek Adam. Tragisnya, sehari setelah pertengkaran itu, nenek Adam meninggal. Adam mungkin menyalahkan kepala desa atas kematian neneknya.
1185Please respect copyright.PENANAFoyAIvaCpp
Seketika semua orang yang ada di puskesmas dikagetkan oleh suara teriakan yang bersumber dari ruangan tempat Julio dirawat.
1185Please respect copyright.PENANAxwL5cWlUSx
Karena penasaran Hawa masuk dan melihat apa yang terjadi.
1185Please respect copyright.PENANAznq7F0sBmB
Sebelum sempat melihat apa yang terjadi, tiba-tiba dari depan ada yang berlari ke arah Hawa dan menggenggam tangan Hawa, hal tersebut membuat Hawa kaget dan menjatuhkan makanan yang dipegang Hawa.
1185Please respect copyright.PENANARJkz0FiyL8
"Ayo lari Hawa." "Na.. Nadiaa!? Ada apa? Kenapa?" Hawa kebingungan dan bertanya-tanya.
1185Please respect copyright.PENANAFd1wl6buGV
"Aku tidak tahu." Jawab Nadia, "Entah kenapa Julio kelihatan aneh, dia menggigit orang-orang yang ada disekitarnya, intuisiku berkata kalau kita harus lari."
1185Please respect copyright.PENANAudUJozWxwJ
Hawa hanya bisa diam terheran dan mengikuti Nadia berlari. Dari belakang menyusul Asep yang berlari mengikuti Nadia dan Hawa. Asep berteriak, "Tunggu akuuu, aa aakuu.. akuuu tidak ingin matiiii!!!."
1185Please respect copyright.PENANAhhBekt95Sq
Hawa menoleh kebelakang dan kaget melihat apa yang ada dibelakang Asep, Asep dikejar oleh warga
1185Please respect copyright.PENANAI2Hll6oUAg
Saat itu Hawa sadar yang dilihatnya bukan warga, melainkan monster yang sangat mengerikan, mereka seperti warga tapi matanya berwarna merah, kulit mereka pucat, ada bercak hitam disekujur tubuh mereka, serta mulut dan tangan yang dipenuhi dengan darah.
1185Please respect copyright.PENANAJPk7mPjzsF
"Warga? Apa itu warga desa abadi? Kenapa? Apa yang terjadi? Hawa bertanya-tanya kebingungan.
1185Please respect copyright.PENANAY6fHEbgKdC
Disaat itu juga, yang terlintas pertama kali dibenak Hawa adalah Adam.
1185Please respect copyright.PENANAdezQd5xDQe
Hawa meninggalkan Nadia dan menuju arah sebaliknya, Hawa menuju rumah Adam.
1185Please respect copyright.PENANAYv317iy3W2
Nadia berteriak, "Hawaaa!!! Kamu mau kemana?" Sambil mengejar Hawa.
1185Please respect copyright.PENANA1KoQVWUa5l
Asep Berkata, "Jangan tinggalkan akuuu!!!"
1185Please respect copyright.PENANAZ6yTwf3RNo
***
1185Please respect copyright.PENANAjrrIcd7Q3u
Di suatu ruangan, ada seorang pria sedang latihan menggunakan katana, dia seperti master katana, setiap gerakannya seperti terasah selama bertahun-tahun.
1185Please respect copyright.PENANA0x05mdZEzL
Sambil mengayunkan katana dia berkata, "Aku akan mencarimu, aku akan membunuhmu."
1185Please respect copyright.PENANApWwIf1RusM
Dia berdiri tegap menghadap cermin, matanya merah seperti mata monster, dan dia adalah Adam.
1185Please respect copyright.PENANAYrpJ96Xw2w
Apa yang terjadi pada Adam?
1185Please respect copyright.PENANApskpOJOXl8
-To Be Continued-
ns52.14.41.63da2